Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menangkap sembilan anggota geng motor pelaku penyerangan di kawasan MTQ Kota Kendari. Terungkap, seorang di antara pelaku merupakan residivis kasus penganiayaan.
"Saat ini kami periksa 9 orang untuk didalami peran mereka masing-masing, satu orang di antaranya berinisial AH merupakan residivis kasus pengeroyokan," kata Dirkrimum Polda Sultra Kombes Wisnu Wibowo kepada wartawan, Kamis (4/6/2026).
Selain menangkap sembilan pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa senjata tajam dan sepeda motor pelaku. Selain itu, masih memburu sejumlah anggota geng motor yang diduga kuat turut terlibat penyerangan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tim unit reaksi cepat saat ini masih mencari pelaku lainnya yang terlibat dalam kejadian tersebut. Kami mengimbau para terduga pelaku yang masih melarikan diri agar segera menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," tegas Kombes Wisnu.
Geng Motor Bikin Onar di Kawasan MTQ Kendari
Kawanan geng motor ini sebelumnya membuat keributan di kawasan pedestrian eks MTQ Kendari, Jalan H. Supu Yusuf Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kendari, Selasa (2/6) dini hari. Seorang saksi menyebut para terduga pelaku menyerang mobil.
"Mereka datang mengamuk bawa teman-temannya, jadi mereka serang itu mobil. Karena sudah kacau, mobil itu langsung menabrak dua motor," kata saksi mata berinisial MS kepada BeritaKlik, Rabu (3/6).
Pihak kepolisian disebut sempat melakukan pembubaran. Namun, saat itu para terduga pelaku ternyata memanggil teman-temannya dan kembali menyerang warga.
Polisi pun kembali membubarkan massa. Aparat kepolisian bersama warga terlibat kejar-kejaran dengan para terduga pelaku.
"Ada kejar-kejaran, tapi mereka berhasil kabur," bebernya.
-Polisi Turut Jadi Sasaran Penyerangan
Para terduga pelaku diketahui tidak hanya menyerang warga. Mereka juga menyerang anggota polisi yang sedang mengevakuasi seorang warga yang terluka di lokasi kejadian.
"Polisi sedang mengevakuasi korban mau dibawa ke rumah sakit (lalu diserang geng motor)," kata Kombes Wisnu.
Menurut Wisnu, warga yang dievakuasi sebelumnya terluka akibat diserang geng motor. Korban lalu dievakuasi menggunakan mobil, namun pelaku muncul dan menyerang aparat.
"Ada korban yang menjadi sasaran mereka sebelumnya dimuat ke dalam mobil, lalu mereka menyerang," tuturnya.
"Anggota lalu memaksakan keluar dari lokasi tersebut menerobos kendaraan para pelaku dan membawa korban ke rumah sakit," tambah Wisnu.
(hmw/ata)










































