Bentrokan di Maluku Dipicu Kasus Pelecehan Berujung Mobil Polisi Dibakar

Maluku

Bentrokan di Maluku Dipicu Kasus Pelecehan Berujung Mobil Polisi Dibakar

Muhammad Jaya Barends - detikSulsel
Minggu, 07 Jun 2026 08:59 WIB
Sebuah mobil polisi dibakar saat bentrokan warga di Kabupaten Seram Bagian Barat.
Foto: Sebuah mobil polisi dibakar saat bentrokan warga di Kabupaten Seram Bagian Barat. (dok. Istimewa)
Seram Bagian Barat -

Dua kelompok warga terlibat saling serang menggunakan senjata tajam dan senapan angin di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku. Bentrok yang dipicu pelecehan seorang wanita itu berujung mobil dan motor polisi dibakar.

"Dugaan pelecehan yang pemicu bentrokan (hingga berujung) 1 mobil dinas Polres Seram Bagian Barat dan 1 motor Bhabinkamtibmas dibakar," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).

Bentrok tersebut melibatkan warga Dusun Katapang dan Olas, Desa Lokki, Kecamatan Huamual, Sabtu (6/6) pukul 09.20 WIT. Bentrok awalnya dipicu dari dugaan pelecehan dan penganiayaan, Minggu (31/5).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada Sabtu (6/6), warga Dusun Katapang melakukan aksi pemalangan jalan menggunakan batu. Mereka menuntut aparat menangkap pelaku penganiayaan dan pelecehan," jelasnya.

Massa dari dusun tersebut kemudian bergerak menuju Dusun Olas pukul 12.10 WIT. Saat itu, massa dilaporkan membawa senjata tajam dan senapan angin.

ADVERTISEMENT

"Personel Polres Seram Bagian Barat, Polsek Huamual, dan unsur TNI kemudian menghalau massa," jelasnya.

Dalam pengendalian massa, aparat gabungan melakukan tindakan tegas terukur. Namun mobil dan motor milik polisi dibakar massa.

"Warga Katapang membakar 1 mobil dinas Bagian Ops Polres Seram Bagian Barat dan 1 motor operasional Bhabinkamtibmas," bebernya.

Personel bantuan Brimob Kompi II Batalyon B Pelopor selanjutnya tiba di lokasi. Brimob bergabung dengan personel lain untuk membubarkan massa kedua belah pihak.

"Massa dari kedua dusun secara bertahap membubarkan diri dan kembali ke wilayah masing-masing. Situasi di wilayah tersebut, terpantau kondusif," jelas Rositah.

Tim penyidik saat ini terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penganiayaan menggunakan senjata tajam. Selanjutnya dugaan pelecehan pemicu awal bentrokan.

"Tim penyidik sedang melakukan pendalaman terhadap seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi. Kami mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi," imbuhnya.




(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads