Kronologi Wanita Ditemukan Tewas di Sawah Luwu Timur Saat Berangkat Kerja

Kronologi Wanita Ditemukan Tewas di Sawah Luwu Timur Saat Berangkat Kerja

Ahmad Al Qadri - detikSulsel
Kamis, 11 Jun 2026 15:41 WIB
Abi Limbong (24) ditemukan tewas di sawah dengan luka di kepala saat berangkat kerja.
Foto: Penemuan mayat wanita di persawahan Kalaena Lutim. (Dok. Istimewa)
Luwu Timur -

Wanita bernama Abi Limbong (24), ditemukan tewas dengan sejumlah luka di bagian kepala di area persawahan, Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel), saat berangkat ke tempat kerjanya. Korban diketahui bekerja di Puskesmas Kalaena sebagai cleaning service.

Korban berangkat dari rumahnya ke puskesmas di Desa Kalaena Kiri, Kecamatan Kalaena, pada Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 04.00 Wita. Jarak rumah korban dengan puskesmas sekitar 300 meter.

"Menurut saudara kandung korban, keluarga mulai gelisah setelah menerima kabar bahwa Abi belum datang bekerja hingga pukul 05.30 Wita," kata Kasi Humas Polres Lutim, Ipda Mustajuddin kepada detikSulsel, Kamis (11/6).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kakak ipar korban kemudian memutuskan mencari dengan menyisir jalan yang biasa dilewati korban. Ia kemudian menemukan korban tergeletak di sawah yang berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya pada pukul 06.00 Wita.

"Jenazah korban ditemukan dalam posisi terlentang, tubuhnya dipenuhi lumpur namun pakaian masih lengkap," terang Mustajuddin.

ADVERTISEMENT

Jasad korban langsung dievakuasi ke puskesmas untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasilnya, ditemukan sejumlah luka terbuka di bagian kepala korban.

"Dokter di PKM menunjukkan ada sejumlah luka, antara lain robek di kepala kanan, luka terbuka di dahi dan pelipis kanan dan robek di kedua telinga, serta lebam di betis kiri," ungkap Mustajuddin.

Polisi kemudian mengambil keterangan sejumlah saksi termasuk pacar korban. Pihak keluarga meminta polisi mengungkap penyebab kematian korban.

"Kita sudah melakukan penyelidikan awal, sementara itu keluarga korban telah meminta agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut berupa autopsi guna mengetahui secara berkala penyebab kematian," tutupnya.




(hsr/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads