Seorang petani bernama Dedi Ardiansya (28) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), dikeroyok tiga pria hingga babak belur. Korban dikeroyok gegara menegur pelaku yang menggeber-geber motornya.
"Ketiga terduga pelaku penganiayaan terhadap seorang petani berhasil diamankan di rumahnya setelah dilakukan serangkaian penyelidikan," ujar Kanit Resmob Pegasus Polres Jeneponto, Aiptu Abdul Rasyad kepada wartawan, Jumat (26/6/2026) malam.
Pengeroyokan itu terjadi di Ka'nea, Desa Sapanang, Kecamatan Binamu pada Jumat (26/6) pagi. Tiga pelaku berinisial WA alias Ardi (20), WY alias Uding (28), dan SH alias Budding (51), diamankan tak lama setelah kejadian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasyad mengatakan, korban awalnya menegur para pelaku yang menggeber-geber sepeda motor di sekitar lokasi. Para pelaku diduga tidak terima hingga bersama-sama menganiaya korban.
"Motifnya karena korban menegur pelaku yang sedang menggeber-geber sepeda motor. Tidak terima ditegur, ketiga pelaku diduga secara bersama-sama memukul korban menggunakan kepalan tangan," katanya.
Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami bengkak di wajah, luka robek pada alis kanan, luka di bawah mata kanan, serta luka gores di samping mata kiri. Korban kini menjalani perawatan di RSUD Lanto Daeng Pasewang.
"Dari hasil interogasi, para pelaku mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap korban yang menyebabkan dia mengalami luka dan perawatan di RSUD Lanto Daeng Pasewang," ungkap Rasyad.
Rasyad menambahkan pelaku langsung dibawa ke Polres Jeneponto untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Para terduga pelaku telah diserahkan ke penyidik Satreskrim Polres Jeneponto," pungkasnya.
(hsr/asm)
