Bupati Intan Jaya Soroti Kontak Tembak TNI Vs OPM Berujung Ibu Hamil Tewas

Papua Tengah

Bupati Intan Jaya Soroti Kontak Tembak TNI Vs OPM Berujung Ibu Hamil Tewas

Paulus Pulo - detikSulsel
Jumat, 03 Jul 2026 20:09 WIB
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini
Foto: dok istimewa
Intan Jaya -

Bupati Intan Jaya, Aner Maisini menyoroti kontak tembak aparat TNI dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang menewaskan ibu hamil bernama Melkiana Duwitau. Dia berharap ke depannya tidak ada lagi warga yang menjadi korban.

Aner awalnya mengungkapkan bahwa ketegangan antara aparat TNI dan OPM di wilayahnya sudah hampir satu bulan. Konflik bersenjata itu mengakibatkan korban dari aparat hingga warga sipil.

"Sangat prihatin melihat kondisi yang kami mengalami hampir satu bulan. Beberapa masyarakat yang korban, bahkan TNI juga yang korban," kata Aner kepada wartawan, Jumat (3/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam penanganan operasi militer di daerah-daerah yang urusannya TNI dengan OPM, tetapi dampaknya masyarakat kami yang tidak bersalah jadi korban," lanjutnya.

Aner berharap ke depannya tidak ada lagi warga yang menjadi korban akibat operasi militer. Dia ingin Intan Jaya dalam keadaan damai sehingga warga dapat beraktivitas seperti biasa.

ADVERTISEMENT

"Saya juga sangat kecewa atas jatuhnya korban masyarakat. Ada juga gembala, ada juga masyarakat sipil, sampai terakhir Ibu hamil. Ini terakhir yang terjadi di Intan Jaya," harapnya.

Diketahui, ibu hamil bernama Melkiana Duwitau di Distrik Sugapa, Intan Jaya, dilaporkan tewas tertembak pada Kamis (2/7). Insiden itu terjadi saat aparat TNI dan OPM terlibat kontak tembak di wilayah tersebut.

"Tadi malam ada kejadian, saya tidak akan sampaikan siapa oknum atau pelaku, tetapi ada kejadian Ibu Melkiana Duwitau dengan anak dalam kandungan 32 minggu meninggal," kata Aner Maisini kepada wartawan, Jumat (3/7).

Korban sempat dievakuasi ke Puskesmas Sugapa, namun nyawa dan bayinya tidak tertolong. Warga kemudian menjemput jenazah korban dari puskesmas lalu diarak keliling Kota Sugapa sebagai bentuk protes dan kecaman.




(hsr/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads