Pria berinisial MAF (20) ditangkap polisi usai menikam anggota TNI AD berinisial K (41) dan satu pria inisial T (53) di depan tempat hiburan malam (THM) King Karoeke di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Korban T tewas dalam insiden ini dengan luka tikaman di perut.
Penikaman maut itu terjadi depan King Karoeke yang terletak di Jalan Dipenogoro, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju pada Sabtu (4/7) sekitar pukul 02.44 Wita. Dari rekaman CCTV, sejumlah pria awalnya terlihat berada di depan parkiran King Karoeke.
Mereka terlihat berdiri dan saling berbicara sebelum salah satu pria yang terus dipeluk tidak jauh dari mereka melempar sesuatu yang disinyalir merupakan pot bunga. Lemparan itu membuat satu pria mencoba mendekat namun didorong hingga terjatuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keributan kemudian terjadi hingga pria yang jatuh tersebut kembali berdiri dan mengeluarkan senjata tajam jenis badik lalu melakukan penikaman. Terlihat pria yang menenteng badik itu menikam dua orang.
Setelah itu, pelaku terlihat meninggalkan lokasi. Sementara kedua korban tampak terjatuh hingga beberapa warga mencoba mendekat untuk melihat kondisinya.
Kasi Humas Polresta Mamuju Iptu Herman Basir mengatakan pihaknya langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan warga. Saat tiba, polisi mendapati korban T sudah dalam keadaan terbaring dengan luka tikaman parah.
"Sehingga (personel) langsung mengevakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara, setelah dilakukan perawatan medis korban dinyatakan meninggal dunia," kata Herman kepada wartawan, Sabtu (4/7/2026).
Herman menyebut ada dua korban penikaman dalam insiden itu. Satu korban lain diketahui merupakan anggota TNI AD yang bertugas di Kodim 1418/Mamuju inisial K dan saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat dua luka tusuk di bagian punggung.
Menurut Herman, kasus ini masih dalam penyelidikan. Terduga pelaku kini masih dalam pemeriksaan oleh penyidik.
"Setelah diinterogasi, dia (pelaku) mengakui telah melakukan penikaman menggunkan sebilah badik. Untuk motif dan kronologi lengkap kejadiannya, sekarang ini kan masih dilakukan pemeriksaan, setelah pemeriksaan baru kita sampaikan," pungkasnya.
(asm/sar)
