Pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA) ternyata dibakar kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan M. Mbalingga di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Pelaku turut menembak pilot pesawat, Captain Nicholas F. Goselin (29), warga asal Amerika Serikat (AS), hingga meninggal dunia.
Dari foto beredar di media sosial, Mbalingga tampak berdiri di atas puing bagian baling-baling pesawat AMA yang sudah dibakar. Kaki kanannya terlihat menginjak bagian pesawat pilatus dengan register PK-RCY tersebut.
Mbalingga berfoto di Lapangan Terbang Balinggama yang menjadi lokasi penyerangan. Di belakang Mbalingga, tampak deretan tong berwarna merah di sekitaran tebing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku mengenakan baju kaos berwarna hitam, bercelana pendek dan memakai penutup kepala serta sepatu boots. Pelaku memegang senjata api dengan kedua tangannya.
Satgas Operasi Damai Cartenz membenarkan foto Mbalingga yang beredar tersebut. Mbalingga merupakan pemimpin KKB yang tergolong baru terbentuk di wilayah Papua.
"Kami memperoleh dokumentasi berupa foto pelaku yang berdiri di atas pesawat PT AMA yang telah terbakar. Berdasarkan identifikasi, pelaku tersebut dipastikan adalah M. Mbalingga," kata Kasatgas Gakkum Ops Damai Cartenz, Kombes IGG Era Adinata dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2026).
Era mengatakan, kelompok Mbalingga bernama KKB Bakusip. Hasil pemantauan Satgas Ops Damai Cartenz, pelaku sempat mengaku bagian dari KKB pimpinan Elkius Kobak.
"Kelompok ini merupakan kelompok baru yang dipimpin oleh M. Mbalingga. Dalam sejumlah unggahan media sosial, yang bersangkutan mengaku sebagai bagian dari kelompok pimpinan Elkius Kobak di wilayah Yahukimo," paparnya.
Kendati begitu, hubungan antara kelompok Bakusip dengan kelompok Elkius Kobak masih kami dalami oleh penyidik. Hal ini karena kelompok Elkius Kobak juga sempat mengklaim bertanggung jawab terhadap penembakan pesawat itu.
"Sesaat setelah kejadian, M. Mbalingga mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bertanggung jawab atas aksi tersebut. Tidak lama kemudian, Elkius Kobak juga mengeluarkan pernyataan serupa," jelas Era.
Satgas Ops Damai Cartenz juga masih menyelidiki motif penyerangan KKB terhadap pesawat AMA. Dari penyelidikan sementara, pelaku sempat mengancam penerbangan sipil yang melintas di daerah yang diklaim sebagai basis KKB.
"Kelompok tersebut sebelumnya sempat menyampaikan ancaman terhadap aktivitas penerbangan yang masuk ke wilayah yang mereka klaim sebagai daerah operasi," kata Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Yusuf Sutejo.
Yusuf turut menanggapi narasi beredar terkait tuduhan PT AMA terlibat dalam insiden itu. Yusuf membantah hal itu setelah berkomunikasi langsung dengan manajemen PT AMA serta Uskup Jayapura.
"Berdasarkan keterangan yang kami peroleh, PT AMA telah melayani penerbangan misi kemanusiaan dan pelayanan keagamaan di Papua selama 67 tahun. Baru kali ini mereka mengalami peristiwa yang sangat tragis seperti ini," imbuhnya.
Pilot AMA Tewas Ditembak di Kepala
Jenazah pilot AMA telah menjalani visum di Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura pada Jumat (3/7) malam. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan terhadap jenazah, pihaknya menemukan beberapa luka yakni.
"Terdapat luka terbuka pada kepala, dahi, pipi kiri, dan daerah sekitar telinga kanan, luka lecet pada sisi kanan kepala, patah tulang rahang atas kiri dan kanan," kata Karumkit RS Bhayangkara Polda Papua, dr. Rommy Sebastian.
Hasil visum juga menunjukkan adanya patah tulang rahang bawah sisi kanan akibat kekerasan benda tumpul. Tim medis juga menemukan adanya bekas luka tembakan di kepala yang membuat pilot meninggal seketika.
"Selain itu, ditemukan luka terbuka pada pipi kiri yang sesuai dengan karakteristik luka tembak masuk tempel (contact gunshot wound), yaitu posisi moncong senjata berada tegak lurus dan menempel pada permukaan kulit," jelas Rommy.
Rommy menuturkan, jalur peluru masuk melalui pipi kiri dan keluar di sekitar telinga kanan sehingga menyebabkan patah tulang maksila atau tulang pipi sebelah kanan. Pemeriksaan radiologi (X-ray) menunjukkan adanya patah tulang pada dasar tengkorak.
"Pemeriksaan ini dilakukan karena kami tidak melaksanakan autopsi dalam, melainkan hanya pemeriksaan luar yang didukung foto rontgen. Dari hasil tersebut diketahui bahwa lintasan peluru masuk dan keluar serta menyebabkan kerusakan berat pada dasar tengkorak. Cedera inilah yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan sangat cepat atau sudden death," imbuh Rommy.
(sar/asm)
