Salah Sangka Tewasnya Rehan di Makassar: Dikira Kecelakaan, Ternyata Dibunuh

Salah Sangka Tewasnya Rehan di Makassar: Dikira Kecelakaan, Ternyata Dibunuh

Tim detiksulsel - detikSulsel
Sabtu, 07 Feb 2026 06:30 WIB
Dua remaja boncengan motor bernama Fathir (20) dan Rehan (21) di Makassar, menabrak tiang usai diteriaki maling hingga dilempari batu. Insiden itu mengakibatkan Rehan tewas di lokasi.
Foto: Dua remaja boncengan motor di Makassar, menabrak tiang usai diteriaki maling. (dok. istimewa)
Makassar -

Kematian Muhammad Rehan Ramadhan (20) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), sempat dikira akibat kecelakaan lalu lintas. Namun, hasil penyelidikan dan penyidikan kepolisian mengungkap fakta lain, Rehan ternyata tewas dibunuh.

Kasus ini bermula saat Rehan ditemukan tewas mengenaskan di Jalan Angkasa, Panakkukang, Makassar, Jumat (5/9/2025) malam. Saat itu, Rehan disebut tewas kecelakaan usai diburu dan diteriaki maling oleh sejumlah pemuda.

Polisi yang turun tangan ke lokasi langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan 10 orang pemuda. Mereka ditangkap lantaran dianggap melakukan pengejaran sembari meneriaki korban maling.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka memiliki peran masing-masing, di antaranya ada yang meneriaki, ada yang mengejar, dan ada yang menganiaya," kata Panit Reskrim Polsek Panakkukang Ipda Muhammad Ikbal kepada wartawan, Minggu (7/9/2025).

Polisi Ungkap Tewas Ditikam

Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana belakangan mengungkap bahwa korban tewas dibunuh. Pelaku penikaman berjumlah 3 orang dan telah diamankan seluruhnya.

ADVERTISEMENT

"Dibilang orang-orang sekitar, kecelakaan lalu lintas ternyata bukan, ternyata tertusuk di bagian ketiak setelah itu diproses dan dibawa kerumah sakit dan divisum dan ternyata benar ada penganiayaan terhadap si korban lalu dicari oleh anggota resmob Polsek Panakkukang dan diburulah itu tersangkanya," ujar Kombes Arya kepada wartawan, Kamis (5/2/2026).

Polisi mengamankan 2 tersangka penganiayaan bernama Kevin Arielson alias Kevar dan Tedi Roni Pathatan. Terbaru, polisi juga menangkap tersangka yang ketiga atas nama Renaldi Fitra Valencia Aksa ditangkap di Mimika, Papua Tengah, setelah buron selama 6 bulan.

"Jadi pelaku melarikan diri dan ada tiga pelaku, ini semua sudah tertangkap," kata Kombes Arya.

"Dengan penangkapan ini, kami pastikan tidak ada lagi pelaku yang berkeliaran," tegas Arya.

Menurut Arya, berkas dari tersangka Kevin dan Tedi telah dilimpahkan ke kejaksaan. Pihak kepolisian pun juga langsung menyerahkan tersangka Renaldi kepada pihak kejaksaan.

"Langsung kita serahkan ke kejaksaan," ucapnya.

Duduk Perkara Rehan Diburu dan Diteriaki Maling

Rehan awalnya menjemput rekannya bernama Fathir (20) dengan maksud bertamu ke rumah temannya di Panaikang pada Jumat (5/9/2026) malam. Belakangan, keduanya justru pergi ke Jalan Angkasa.

"Dari tempat nongkrong, Rehan jemput saya. Rencananya ke rumah temannya di Panaikang, tapi malah ke Jalan Angkasa," kata Fathir kepada wartawan, Sabtu (6/9/2025) dini hari.

Fathir dan Rehan sempat berputar-putar di Jalan Angkasa hingga seorang pria muncul dan menanyai mereka karena dianggap mencurigakan. Fathir yang ketakutan langsung tancap gas meninggalkan lokasi.

"Sampai di sana sempat keliling-keliling dan tiba-tiba ada orang curiga, dia langsung bilang 'sini kau dulu, ikut kau dulu'. Saya kaget karena tidak tahu apa-apa, langsung saya gas motor," jelasnya.

Menurut Fathir, ada banyak orang yang berkumpul di sekitar lokasi tersebut. Dia menuturkan mendadak ada massa yang berdatangan mengejar dan bahkan melemparinya dengan batu.

"Sudah banyak orang di bagian luar, jadi ada yang kejar saya, bahkan ada yang lempar batu. Motor saya jadi terselip dan saya tabrak tiang," bebernya.

Fathir mengaku langsung berlari menyelamatkan diri usai terjatuh dari motor dan sempat melihat Rehan juga berdiri. Namun saat berlari, Fathir diadang oleh seseorang yang mengendarai motor trail.

"Orang itu yang awalnya juga mengadang kami dan dia teriak 'maling-maling'. Jadi saat itu saya sudah nggak lari lagi karena sudah ada warga, kemudian dia bilang, 'ikut kau sini dulu, lihat itu temanmu, kayaknya sudah meninggal'," jelas Fathir.

Fathir akhirnya kembali ke lokasi menabrak tiang dengan boncengan tiga . Saat tiba di tempat kejadian, ia mendapati Rehan sudah terkapar dan bersimbah darah.

"Pas saya sampai, Rehan sudah berdarah, kondisinya sudah terkapar," ucapnya.




(hmw/hmw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads