Kemenhaj Sulsel Periksa Flyadeal Buntut Jemaah Umrah Wafat di Bandara Jeddah

Kemenhaj Sulsel Periksa Flyadeal Buntut Jemaah Umrah Wafat di Bandara Jeddah

Sahrul Alim - detikSulsel
Selasa, 10 Feb 2026 21:42 WIB
Maskapai Flyadeal
Maskapai Flyadeal. Foto: (dok. Skytrax)
Makassar -

Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Selatan (Sulsel) akan menyelidiki kasus kematian jemaah umrah bernama Maemuna di Bandara King Abdulaziz Airport, Jeddah, Arab Saudi. Pihak maskapai Flyadeal akan diperiksa oleh penyidik Kemenhaj Sulsel buntut pesawatnya delay 2 hari.

"Maskapai harusnya dia bertanggung jawab," ujar Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel Ikbal Ismail kepada detikSulsel, Selasa (10/2/2026).

Ikbal mengaku pihak maskapai telah melaporkan bahwa para jemaah sempat diminta ke hotel menunggu karena pesawat mengalami keterlambatan penerbangan alias delay. Meski demikian, kata Ikbal, pihaknya tetap menurunkan tim untuk menyelidiki kasus ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Flyadeal juga sudah berniat bagus karena sudah menawarkan untuk ke hotel. Begitu saya dapat info sementara yah, ini sementara diperiksa pihak maskapainya sama penyidik Kemenhaj," katanya.

Kemenhaj juga akan melakukan pemeriksaan terhadap travel umrah yang digunakan korban. Terkait sanksi jika terjadi pelanggaran, Ikbal mengaku enggan berspekulasi.

ADVERTISEMENT

"Kita periksa dulu perusahaan maskapainya baru travelnya jemaah yang meninggal ini," katanya.

"(Sanksi) maskapai kan sudah ada niat baik juga. Tapi ini sudah jadi sanksi sosial jadinya, cobanya tidak sediakan hotel. Tapi nanti dilihat hasil pemeriksaan penyidik. Nantilah kalau ada hasil baru bisa kami menyampaikan," tambah Ikbal.

Sebelumnya diberitakan, jemaah umrah asal Makassar bernama Maemuna dilaporkan meninggal dunia di Bandara King Abdulaziz International Airport, Jeddah, Arab Saudi. Korban diduga wafat akibat kedinginan saat menunggu keberangkatan di bandara setelah penerbangannya mengalami penundaan atau delay selama 2 hari.

"Jadi ini yang menunggu di bandara, mungkin kedinginan, makanya ada yang meninggal itu. Informasinya sih meninggal karena kedinginan," ujar Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel Ikbal Ismail kepada detikSulsel, Selasa (10/2).

Ikbal mengungkapkan peristiwa jemaah meninggal di bandara Jeddah ini terjadi pada Kamis (5/2) lalu. Pesawat dari maskapai Flyadeal yang menjemput rombongan jemaah umrah ini mengalami kerusakan pada bagian kaca pilot.

"Kejadiannya tanggal 5 Februari kemarin. Informasi yang saya dapat, kaca pilot retak. Pesawatnya sudah di Bandara Jeddah mau jemput jemaah ternyata setelah diperiksa kaca pilot retak," kata Ikbal.

Kejadian jemaah meninggal di bandara ini viral di media sosial. Tampak dalam video jemaah meninggal dibungkus kain putih hingga dibaringkan di kursi tunggu bandara.

Seorang perempuan perekam video melaporkan kondisi rombongan jemaah asal Makassar yang akan menumpangi pesawat Flyadeal telah delay selama 2 hari. Dia mengaku tak menerima kompensasi dan penanganan medis kepada korban meninggal.

"Meninggal satu jemaah, pesawat Flyadeal, ini kita rombongan dari Makassar, ini semua yang sudah delay 2 hari tanpa dikasih kompensasi apapun. Dokter pun juga tadi tidak ada, sampai sekarang sampai meninggal dunia tidak ada," kata perekam dalam video.




(ata/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads