Tahun Baru Imlek 2026, Warga Tionghoa Makassar Berdoa Hidup Damai-Sejahtera

Tahun Baru Imlek 2026, Warga Tionghoa Makassar Berdoa Hidup Damai-Sejahtera

Sahrul Alim - detikSulsel
Selasa, 17 Feb 2026 14:30 WIB
Suasana umat Tionghoa beribadah di Vihara Ibu Agung Bahari saat Tahun Baru Imlek 2026.
Foto: Suasana umat Tionghoa beribadah di Vihara Ibu Agung Bahari saat Tahun Baru Imlek 2026. (Sahrul Alim/detikSulsel)
Makassar -

Warga Tionghoa di Makassar merayakan tahun baru Imlek dengan sembahyang di vihara atau klenteng. Mereka berdoa kepada para dewa untuk keselamatan diri, kesejahteraan, hidup damai, dan negeri yang makmur.

Pantauan detikSulsel, Selasa (17/2/2026) pukul 13.50 Wita di Vihara Ibu Agung Bahari, Jalan Sulawesi, sejumlah umat Tionghoa masih hilir mudik melaksanakan ibadah. Mereka tampak secara teratur dan bergantian melakukan ibadah di depan patung para dewa dewi yang ada di vihara ini.

"Sembahyang di sini tradisi tiap tahun saat tahun baru imlek. Sebetulnya untuk sembahyang memang ramai di pagi hari. Cuma saya datang terlambat. Seharusnya kalau pagi banyak orang," ujar salah satu pengunjung, Benny kepada detikSulsel di lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suasana umat Tionghoa beribadah di Vihara Ibu Agung Bahari saat Tahun Baru Imlek 2026.Suasana umat Tionghoa beribadah di Vihara Ibu Agung Bahari saat Tahun Baru Imlek 2026. Foto: (Sahrul Alim/detikSulsel)

Umat Tionghoa rata-rata datang bersama dengan keluarganya sembahyang di vihara ini. Lokasi sembahnyang terletak di lantai 3 dan 4 dengan menggunakan lift.

Rombongan keluarga saat masuk area sembahyang melangkah pelan dengan wajah khidmat. Di dalam vihara, suasana terasa hening tapi bukan sunyi.

ADVERTISEMENT

Saat berdoa mereka memegang dupa lalu menunduk, memejamkan mata, menyatukan kedua tangan, memanjatkan harapan tentang kesehatan, rezeki, dan keselamatan keluarga di tahun yang baru ini.

"Panjatkan doa supaya sehat selalu, panjang umur," kata Benny.

Pengunjung lainnya, Liana mengaku datang bersama keluarganya untuk sembahyang. Dia berdoa agar diberi kesehatan dan berharap kehidupannya lebih baik lagi tahun ini.

"Sembahyang, setiap tahun begitu. Semoga kedepannya lebih bagus di tahun kuda api ini," singkat Liana.

Pengurus Vihara Ibu Agung Bahari, Rizal, menjelaskan bahwa kegiatan sembahyang di vihara sejatinya dilakukan setiap hari. Namun, pada perayaan Tahun Baru Imlek, jumlah umat Tionghoa yang datang beribadah meningkat signifikan.

"Setiap tanggal 1 atau tanggal 15 Tionghoa keyakinan kita, tradisi hari sembahyang. Jadi bukan hanya 1 imlek, tradisi setiap tanggal 1 tiap bulan," kata Rizal.

Dia menegaskan, sembahyang tidak hanya dilakukan saat Imlek, melainkan rutin setiap tanggal 1 di setiap bulan penanggalan Tionghoa. Menurutnya, umat Tionghoa di Makassar selama ini hidup rukun dan merasa bersyukur atas situasi keamanan yang terjaga.

"Selama ini kita di Makassar damai-damai saja, keamanan terutama, kita bersyukur kita diberkati. Pemberkatan untuk seluruh negeri republik ini agar diberkati," ujarnya.

Menurut Rizal, doa yang dipanjatkan tidak hanya ditujukan untuk diri sendiri dan keluarga, tetapi juga untuk kedamaian bangsa. Bagi umat Tionghoa, negara makmur mereka otomatis juga akan sejahtera.

"Selain mendoakan diri dan keluarga, umat Tionghoa juga pasti mendoakan untuk kedamaian negeri. Mendoakan negeri ini makmur, otomatis penduduknya makmur juga," pungkas Rizal.




(ata/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads