Polisi Tewas Diduga Dianiaya di Asrama Polda Sulsel, Darah Keluar dari Mulut

Polisi Tewas Diduga Dianiaya di Asrama Polda Sulsel, Darah Keluar dari Mulut

Reinhard Soplantila - detikSulsel
Minggu, 22 Feb 2026 19:44 WIB
Aipda Muhammad Jabir, ayah dari anggota Direktorat Samapta Polda Sulsel bernama Bripda Dirja Pratama (19) yang meninggal dunia akibat diduga dianiaya oleh seniornya.
Foto: Aipda Muhammad Jabir, ayah dari anggota Direktorat Samapta Polda Sulsel bernama Bripda Dirja Pratama (19) yang meninggal dunia akibat diduga dianiaya oleh seniornya. (Renhard/detikSulsel)
Makassar -

Anggota Direktorat Samapta Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) bernama Bripda Dirja Pratama (19) meninggal dunia akibat diduga dianiaya oleh seniornya. Korban meregang nyawa dengan kondisi mulut mengeluarkan darah.

Ayah korban yang juga anggota polisi di Polres Pinrang, Aipda Muhammad Jabir mengatakan ada kejanggalan terhadap kematian anaknya. Menurutnya, darah yang keluar di mulut anaknya diduga akibat penganiayaan.

"Itu yang kami pertanyakan (dugaan penganiayaan), karena ada darah keluar dari mulutnya," kata Aipda Muhammad Jabir kepada wartawan, pada Minggu (22/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jenazah almarhum Dirja sempat dibawa ke RSUD Daya untuk penanganan intensif pada Minggu (22/2). Untuk proses autopsi, jasad korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Bhayangkara Makassar.

"Kami institusi Polri menunggu keputusan dari rumah sakit, dalam hal ini penanganannya. Untuk tindak lanjutnya nanti ada hasil," kata Jabir.

ADVERTISEMENT

Dirja Pratama diketahui masih merupakan Bintara remaja di Polda Sulsel. Ia tercatat baru saja lulus dan bertugas di Direktorat Samapta Polda Sulsel dan tinggal di asrama Polda Sulsel.

"Namanya itu Dirja Pratama, dia baru lulus polisi. Ini almarhum tinggal di Polda, di bagian belakang, di asrama," tuturnya.

Jabir mengungkapkan, kondisi anaknya saat itu dalam keadaan sehat. Apalagi pada Minggu (22/2) subuh sebelum kejadian, istrinya sempat menelepon Dirja.

"Ini makanya saya ke mari. Karena tadi subuh, (Dirja) komunikasi sama ibunya masih baik, tidak ada mengeluh sakit," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Penyidik Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulsel telah melakukan penyelidikan terkait dugaan penganiayaan tersebut. Sebanyak 6 polisi diperiksa terkait insiden itu.

"Lagi kita dalami ada beberapa orang kita periksa untuk memastikan. Sudah enam orang kami periksa," ujar kata Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Zulham Efendy kepada detikSulsel, Minggu (22/2).

Zulham enggan berspekulasi lebih lanjut terkait penyebab meninggalnya korban. Namun dia menyebut jika korban meninggal setelah salat subuh yang saat itu sedang bersama dengan seniornya.

"Iya di asrama habis salat subuh tiba-tiba. Dia itu sama seniornya dua orang dan lettingnya satu. Tiba-tiba habis salat subuh anak ini kelihatannya kenapa begitu nanti kita dalami dulu," paparnya.




(ata/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads