SMAN 19 Makassar Terendam Banjir, Aktivitas Ramadan Siswa Dialihkan di Musala

SMAN 19 Makassar Terendam Banjir, Aktivitas Ramadan Siswa Dialihkan di Musala

Sahrul Alim - detikSulsel
Rabu, 25 Feb 2026 15:09 WIB
Sebanyak 10 ruang kelas di SMA Negeri 19 Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), terendam banjir.
Foto: SMA Negeri 19 Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), terendam banjir. (Sahrul Alim/detikSulsel)
Makassar -

Sebanyak 10 ruang kelas di SMA Negeri 19 Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), terendam banjir. Kegiatan Ramadan yakni pesantren kilat dialihkan ke musala sekolah yang tidak terdampak banjir.

Pantauan detikSulsel, Rabu (25/2/2026), sekitar pukul 15.00 Wita, banjir menggenangi sejumlah ruang kelas dan halaman SMA Negeri 19 Makassar di Kecamatan Manggala. Ketinggian air di beberapa titik mencapai lutut orang dewasa.

Kursi di dalam ruangan yang terendam banjir dievakuasi atau disusun di atas meja. Tampak sejumlah guru dan siswa tetap beraktivitas di sekolah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banjir dilaporkan mulai menggenangi sekolah itu pada dini hari. Siswa tetap datang ke sekolah karena tidak ada pemberitahuan diliburkan akibat banjir.

"Sejak tadi malam infonya naik air, pas pagi langsung begini (setinggi lutut)," ujar salah satu siswa bernama Andi Rieva kepada detikSulsel di lokasi.

ADVERTISEMENT

Sebanyak 10 ruang kelas di SMA Negeri 19 Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), terendam banjir.SMA Negeri 19 Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), terendam banjir. (Sahrul Alim/detikSulsel)

Dia menyebut total ada 10 ruangan kelas dan dua kantin yang terendam banjir. Dia menegaskan bahwa siswa tidak diliburkan dan tetap mengikuti kegiatan pesantren kilat.

"Tidak diliburkan, belajar tapi cuma pesantren kilat. Ada 10 kelas terendam, cuma kelas X 1 sampai X 3 (tidak terendam), yang lainnya terendam termasuk WC umum juga. Ada juga 2 kantin terendam di belakang," terang Rieva.

Dia menuturkan kegiatan Ramadan hanya diikuti siswa kelas X dan XI. Sementara kelas XII mengikuti program Ramadan secara during.

"Kelas X sama XI yang masuk tapi di musala. Kelas XII memang daring. Tidak ada aktivitas belajar di kelas, cuma di musala," katanya.

Sementara ruang guru, perpustakaan, sekretariat OSIS dan tiga kelas lainnya tidak terendam. Selama 3 hari sekolah, kata Rieva, aktivitas hanya diisi pesantren kilat.

"Perpustakaan tidak karena agak tinggi, sekret paskib juga. Ini baru tiga hari masuk sekolah setelah libur Ramdan. Selama puasa, sudah 3 hari pesantren kilat, minggu depan daring semua satu minggu baru libur," jelasnya.




(hsr/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads