Kronologi Perampok Bunuh Wanita Agen Bank di Luwu Pakai Batu gegara Ketahuan

Kronologi Perampok Bunuh Wanita Agen Bank di Luwu Pakai Batu gegara Ketahuan

Ahmad Al Qadri - detikSulsel
Selasa, 03 Mar 2026 13:35 WIB
Polisi menangkap pria bernama Andarias Tandung alias Rias, perampok yang membunuh wanita penjaga agen BRILink bernama Ririn (31) di Kabupaten Luwu.
Polisi menangkap pria bernama Andarias Tandung yang membunuh wanita di Luwu. Foto: (dok. istimewa)
Makassar -

Andarias Tandung atau Rias mengaku membunuh wanita agen bank bernama Ririn (31) di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan cara memukulnya menggunakan batu. Pelaku mengaku memukul korban 3 kali pada bagian kepala karena ketahuan saat beraksi.

Pengakuan tersebut diungkapkan Rias saat diinterogasi oleh pihak kepolisian Manado, Sulawesi Utara (Sultra). Rias menuturkan, awalnya pusing lantaran ditanya oleh istrinya terkait proyek pekerjaan lemari.

"Jadi waktu itu istri saya mau pulang dari kampung bertanya bagaimana itu barang (lemari) itumi saya pusing," ucap Rias dikutip Selasa (3/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rias mengungkapkan, dirinya saat itu memiliki 5 proyek pengerjaan lemari yang uang mukanya atau down payment (DP) telah dibayarkan oleh konsumen. Sayangnya, Rias telah menghabiskan uang tersebut.

Pusing akan hal itu, Rias kemudian berpikiran kabur untuk meninggalkan rumahnya di Kelurahan Bulo, Kecamatan Walenrang, Luwu menuju Kota Palopo. Namun, saat di perjalanan, korban tiba-tiba melihat sebuah agen bank yang hanya dijaga oleh seorang wanita sehingga terlintas niat melakukan pencurian.

ADVERTISEMENT

"Rencana saya mau saja melarikan diri ke Palopo, tidak mau pulang ke rumah dulu. Pas saya lewat di BRILink situ terpikirkan karena saya lihat dia sendiri, perempuan itu sendiri jaga," ungkapnya.

Andarias kemudian memutar balik kendaraannya menuju lokasi kejadian. Dia kemudian, mencoba masuk melewati pintu belakang.

"Karena jalannya dari belakang saya rencana cuma mau ambil brankasnya saja terus lari, tapi karena baru satu langkah masuk dia sudah lihat saya, langsung berteriak, makanya saya cepat ambil itu batu, saya pegang baru saya pukul 3 kali," bebernya.

Andarias mengaku memukul korban pada bagian kepala. Setelah korban tak berdaya, pelaku kemudian membawa kabur brankas yang ada di lokasi.

"Iya (saya) ambil brankas 13 juta lebih, rencananya dipakai bayar utang dengan beli bahan (lemari)," ucapnya.

Andarias menjelaskan, dirinya kemudian pulang ke rumah membawa brankas tersebut. Dia kemudian memilih kabur ke Manado usai melihat dirinya viral di media sosial.

"Langsung lari ke rumah dulu satu malam, nanti siang jam 11 lewat karena di Facebook sudah ada foto saya dipajang, saya langsung lari pakai motor," tutupnya.

Sebagai informasi, kasus perampokan disertai pembunuhan itu terjadi di Desa Lelong, Kecamatan Walenrang, Luwu pada Rabu (18/2) sekitar pukul 14.00 Wita. Pelaku kabur selama sembilan hari sebelum akhirnya tertangkap.




(asm/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads