Khutbah Salat Id di Al-Markaz Makassar: Doakan Kebaikan Bagi Pemerintah

Khutbah Salat Id di Al-Markaz Makassar: Doakan Kebaikan Bagi Pemerintah

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Sabtu, 21 Mar 2026 08:58 WIB
Suasana salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Osmawanti panggalo/detiksulsel
Foto: Suasana salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Osmawanti panggalo/detiksulsel
Makassar -

Ribuan jemaah telah melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M Yusuf Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan khidmat.Dalam khutbanya, khatib mengajak umat Islam untuk memperkuat tekad menjadi pribadi yang lebih baik setelah Ramadan.

"Hari Raya Idul Fitri tidak diukur dari pakaian baru yang dikenakan, tetapi dari ketaatan yang semakin bertambah dan semakin diperbarui," ujar Gurutta Dr KH Muhammad Agus M Th I dalam khutbahnya, Sabtu (21/3/2026).

Khatib juga mengingatkan jemaah untuk merenungi kembali sikap dan perbuatan selama bulan suci Ramadan. Ia mengajak untuk mengevaluasi apakah kesempatan yang diberikan Allah telah dimanfaatkan dengan memperbanyak amal ibadah atau justru disia-siakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, ia menekankan pentingnya menjadi manusia Rabbani, bukan sekadar manusia Ramadhani. Menurutnya, manusia Rabbani adalah mereka yang beribadah semata-mata karena Allah, sedangkan manusia Ramadhani adalah mereka yang beribadah hanya saat bulan Ramadan.

"Setelah berlalunya Ramadan, hendaknya kita tetap istiqamah untuk terus mendekatkan diri kepada Allah," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Idul Fitri merupakan momentum untuk saling memaafkan. Dalam kehidupan bermasyarakat, kata dia, tidak jarang terjadi kesalahan baik dalam perkataan maupun perbuatan yang dapat melukai perasaan orang lain.

"Karena itu, hari ini adalah saatnya kita membuka diri untuk meminta maaf dan membuka hati untuk memberi maaf," lanjutnya.

Dalam khutbahnya, khatib juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan serta menghormati perbedaan di tengah masyarakat.

"Setiap masyarakat tentu memiliki perbedaan, namun di balik perbedaan itu terdapat persamaan. Tidak perlu memperuncing perbedaan, tetapi kita harus mengedepankan persamaan. Memperuncing perbedaan hanya akan berujung pada perpecahan, sedangkan mengedepankan persamaan akan menciptakan keharmonisan dan persatuan," jelasnya.

Di akhir khutbah, ia mengajak seluruh jemaah untuk saling mendoakan, baik untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat, maupun para pemimpin.

"Doakan keselamatan diri kita, orang tua, anak-anak, masyarakat, serta doakan kebaikan bagi pemerintah dan para pemimpin kita," pungkasnya.




(hmw/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads