Viral di media sosial warga berjalan kaki melewati jalan berlumpur di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), untuk melaksanakan salat Idul Fitri 1447 Hijriah. Akses warga tidak bisa dilalui kendaraan karena jalanan sangat becek.
Peristiwa itu terjadi di Kawasan Romang Tangaya, Kecamatan Manggala, pada Sabtu (21/3). Camat Manggala, Ahmad mengatakan, akses yang dilewati warga cuma jalanan alternatif.
"Sebenarnya belum ada jalanan, yang ada cuma jalanan alternatif," ujar Ahmad kepada detikSulsel, Senin (23/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahmad menjelaskan, setiap tahun di wilayah itu menjadi langganan banjir karena masuk daerah terisolasi. Sedikitnya ada kurang lebih 75 kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut.
"Hanya ini pemerintah sekarang sudah ada rencana pembebasan tanah untuk dipakai jalanan dari Kajenjeng ke Romang Tangaya," jelasnya.
Ahmad mengaku telah mengunjungi lokasi tersebut saat terdampak banjir. Hasil pemantauannya pun telah dilaporkan kepada Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.
"Saya juga waktu banjir baru-baru ini saya sempat ka melihat langsung degan naik perahu dari Kajenjeng ke Ramang Tangaya, dan hasilnya sudah saya laporkan ke pak wali dan insyaallah dalam waktu dekat akan adami pembebasan (lahannya)," imbuhnya.
Berdasarkan video viral yang dilihat detikSulsel, terlihat sejumlah warga pria, wanita hingga anak-anak susah payah melewati jalan bak kubangan. Warga sampai harus becek-becek sebelum sampai di masjid untuk melaksanakan salat Idul Fitri.
(ata/sar)
