Insiden cekcok antara seorang juru parkir (jukir) dengan warga di kawasan Antang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), ternyata dipicu persoalan rumah tangga. Jukir bernama Arifin (53) diduga hendak melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya sebelum akhirnya terlibat keributan dengan warga.
Kapolsek Manggala Samuel To'longan mengungkapkan, peristiwa itu bermula saat pelaku yang juga bekerja sebagai jukir berselisih dengan istrinya di sekitar Jalan Poros Baruga, Antang, Makassar, Kamis (26/3). Keduanya diketahui sama-sama bekerja sebagai tukang parkir di lokasi tersebut secara bergantian.
"Dia itu awalnya bermasalah marahan dengan istrinya yang juga tukang parkir di situ bergantian di dekat minimarket dan di masjid situ. Dia larang istrinya mandi dan tidur di situ masjid," ujar Samuel kepada wartawan, Jumat (27/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Samuel menjelaskan, sang suami sempat ditegur oleh pengurus masjid saat terlibat cekcok dengan istrinya. Namun pelaku lantas mendatangi pengurus dan justru mengancam menggunakan pisau.
"Suaminya ini setelah kasih tahu pengurus masjid, kemudian pengurus masjid diancam pakai pisaunya. Warga yang merasa terancam setelah Salat akhirnya melawan menggunakan bambu dan sekop, seperti yang terlihat di video," jelasnya.
Samuel melanjutkan, tidak benar peristiwa itu terkait dengan adanya permasalahan perebutan lahan parkir. "Itu bukan masalah ambil parkiran," lanjut dia.
Petugas Polsek Manggala yang tiba di lokasi sempat meminta pelaku untuk naik ke mobil patroli. Namun pelaku menolak dan sempat menyalahkan situasi sebelum akhirnya diamankan dan ditahan di Mapolsek Manggala.
"Yang bersangkutan akhirnya berhasil diamankan dan sekarang sudah ditahan di Polsek Manggala. Ada laporan resmi dari warga terkait pengancaman menggunakan pisau," jelasnya.
Sebelumnya, peristiwa ini viral di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria mengenakan rompi hijau diduga jukir terlibat cekcok dengan warga. Ia bahkan sempat mengeluarkan pisau saat menghadapi serangan warga yang menggunakan bambu dan balok.
Perumda (PD) Parkir Makassar Raya mengaku telah menerima laporan terkait kejadian tersebut. Pihaknya juga menduga pria tersebut merupakan jukir liar, bukan petugas resmi.
(asm/hsr)










































