Pemkot Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) menyikapi antrean panjang truk pengangkut sampah yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir di kawasan TPA Antang imbas 3 alat berat rusak. Bantuan alat berat kini dikerahkan untuk mengurai antrean tersebut.
Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin mengatakan antrean kendaraan pengangkut sampah menjadi persoalan utama yang harus segera diurai. Untuk itu, Pemkot Makassar telah menurunkan alat berat tambahan guna mempercepat proses penanganan di lapangan.
"Soal antrean mobil sampah, kami sudah turunkan alat berat dan akan ditambah lagi. Jadi, sudah ada tambahan alat di lokasi untuk membantu mengurai kemacetan," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Appi belum merinci berapa banyak bantuan alat berat yang dikerahkan. Dia menyebut pihaknya juga masih menunggu perbaikan sistem bongkar muatan sampah agar lebih optimal.
"Sambil menunggu perbaikan sistem yang lebih optimal," ucapnya.
Lebih jauh, Appi menekankan pentingnya optimalisasi sistem pengelolaan di TPA agar tidak lagi sekadar menjadi tempat pembuangan akhir. Dia bertekad TPA Antang bertransformasi menjadi kawasan pengelolaan sampah yang lebih modern dan terintegrasi.
"Saya memastikan sistem pengelolaan TPA harus dimaksimalkan dengan baik. Artinya, kita tidak ingin ini hanya menjadi tempat buang sampah semata, tetapi bagaimana pengelolaannya bisa lebih baik, mulai dari penataan, penutupan (cover), hingga pengaturan akses dan ketinggian timbunan sampah," papar Appi.
Menurutnya, berbagai upaya pembenahan yang telah dilakukan mulai menunjukkan progres positif, termasuk dalam pengelolaan sampah pendamping yang kini dinilai semakin tertata.
"Kita sudah melihat ada kemajuan dari sistem pengelolaan sampah pendamping ini, dan itu akan terus kita dorong agar lebih maksimal," tambahnya.
Terkait skema besar pengelolaan sampah ke depan, Munafri menegaskan bahwa pemerintah akan tetap mengacu pada regulasi yang telah ditetapkan dan memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai aturan.
Sementara itu, terkait rencana pengembangan fasilitas pengolahan sampah seperti Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Antang. Munafri menyebut pihaknya masih terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak termasuk pemerintah pusat.
"Kita masih melakukan komunikasi dengan seluruh pihak yang terlibat. Semua tentu harus melalui proses dan kajian yang matang," pungkasnya.
Diketahui, antrean panjang truk pengangkut sampah terjadi beberapa hari terakhir di TPA Antang Makassar. Kondisi itu terjadi lantaran tiga alat berak rusak.
Sopir truk sampah pun terpaksa menanggung derita imbas tiga alat berat rusak. Mereka harus menunggu hingga 12 jam untuk bisa membongkar muatan.
Antrean panjang truk sampah salah satunya terjadi di pertigaan Jalan Tamangapa Raya dan Jalan AMD, Kecamatan Manggala, Rabu (25/3). Kondisi tersebut turut menyebabkan arus lalu lintas (lalin) di sekitar lokasi macet sepanjang 1 kilometer.
(asm/hsr)










































