Pemkot menerima laporan masyarakat terkait penumpukan sampah di kanal Karuwisi-Pettarani. Tim gabungan langsung dikerahkan untuk membersihkan sampah-sampah tersebut pada malam hari.
Pembersihan sampah di kanal Karuwisi-Pettarani itu berlangsung pada Senin (13/4) malam. Proses pembersihan dilakukan dalam waktu kurang lebih satu jam.
"Malam ini kami turun ke Panakkukang setelah adanya laporan penumpukan sampah. Ini bagian dari pencegahan kebencanaan. Kami langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan segera menurunkan tim ke lapangan," ujar Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Muhammad Fadli Tahar dalam keterangannya, dikutip Selasa (14/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan sinergi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kota Makassar berharap persoalan sampah di aliran kanal dapat ditangani secara cepat dan berkelanjutan. Aksi ini, kata Fadli, sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Dalam operasi tersebut, BPBD Makassar mengerahkan sekitar 30 personel serta empat unit perahu untuk mempercepat proses pembersihan di area kanal. Ia menekankan pentingnya aksi cepat sebagai pemicu keterlibatan berbagai pihak dalam menyelesaikan persoalan sampah.
"Kita tahu volumenya cukup banyak, tetapi yang terpenting adalah ada tindakan awal untuk memicu gerakan bersama," katanya.
"Kita kerja tim, mulai dari yang bisa diangkat, lalu dilanjutkan hingga akhirnya seluruh tumpukan sampah bisa dibersihkan," lanjut dia.
Fadli juga mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah sekitar Panakkukang dan sekitarnya, untuk lebih disiplin dalam membuang sampah pada tempatnya. Menurutnya, persoalan sampah di aliran air tidak hanya berdampak pada kebersihan, tetapi juga berpotensi menimbulkan bencana.
"Kami berharap masyarakat bisa lebih peduli. Karena jika dibiarkan, kondisi seperti ini bisa memicu banjir. Kita harus bersatu menjaga lingkungan," imbuh dia.
Dia menambahkan, BPBD Makassar akan terus siap membantu dalam penanganan kondisi serupa, termasuk melalui dukungan armada perairan yang dimiliki untuk menjangkau titik-titik kanal dan sungai.
"BPBD siap turun kapan pun dibutuhkan, termasuk di wilayah perairan seperti kanal ini. Ini bagian dari kesiapsiagaan kami dalam mendukung penanganan di lapangan," tutupnya.
(asm/ata)
