Dua kubu geng motor terlibat tawuran di depan gerai Mie Gacoan, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Usai bentrokan brutal, salah satu kubu melanjutkan aksi yang tak kalah keji dengan membacok dan memanah seorang remaja di lokasi berbeda.
Aksi tawuran antar geng motor ini terjadi di depan Mie Gacoan, Jalan AP Pettarani, Senin (20/4) dini hari. Dua kelompok yang terlibat diduga berasal dari Jalan Sukaria serta Maccini-Ablam dan sekitarnya.
Dalam video yang beredar, suasana mencekam terlihat di jalan. Pengunjung gerai mie yang masih berada di dalam restoran bertahan dan berlindung, sementara di luar dua kubu saling serang di jalanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suara ledakan petasan terdengar berulang kali. Selain itu, pergerakan puluhan motor juga tampak hilir mudik di lokasi kejadian.
"Tawuran geng motor sebetulnya di situ (depan Mie Gacoan Pettarani). Persoalannya di medsos mereka saling ejek," ujar Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Uji Mughni kepada detikSulsel, Selasa (21/4/2026).
Bentrok itu bahkan terjadi saat lalu lintas pengendara lain masih ramai. Massa disebut menyerang pemuda yang tengah nongkrong di lorong samping Mie Gacoan, yang diduga menjadi titik kumpul sekaligus lokasi penguasaan parkir.
"Banyak sekali (motor), ada puluhan. Sampai depan Gacoan dia awalnya tawuran dengan anak-anak di situ dengan kubu sebelah (sekitar Maccini dan Ablam dan sekitarnya)," jelasnya.
Akibat kejadian itu, satu orang dari kelompok penyerang dilaporkan mengalami luka namun korban tidak melanjutkan laporan ke polisi. Pihak kepolisian lantas menyoroti sikap tersebut.
"Terus terkait hal ini juga, atensi khusus geng motor, kadang-kadang masyarakat tidak mau terbuka. Contohnya, perang kelompok di situ sebetulnya kubu sebelah ada korban luka juga itu malam, tapi tidak melapor," jelasnya.
Geng Motor Lanjut Serang Remaja
Usai tawuran, kekerasan tidak berhenti di lokasi. Salah satu kelompok geng motor justru melanjutkan aksinya dengan menyasar korban lain di jalan.
"Usai mereka menyerang, dengan menggunakan motor menuju urip tepatnya di Aspol Panaikang, nyikat 1 orang. Mereka geng motor ini melawan arus (lalu lintas)," kata Iptu Uji Mughni.
Dia menjelaskan, korban berinisial AR (16) saat itu dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Barombong, berpapasan dengan rombongan pelaku. Ia sempat berusaha melarikan diri, namun terjatuh di Jalan Angkasa.
"Saat korban coba melarikan diri jatuh motornya di Jalan Angkasa, di situ korban dianiaya," kata Uji.
Remaja tersebut kemudian menjadi sasaran kekerasan brutal. Ia mengalami sembilan luka bacok di sekujur tubuh, bahkan sebuah busur panah tertancap di bagian pinggul.
"9 luka bacok, 1 busur tertancap di pinggulnya. Dia sempat teriak masyarakat saat itu belum keluar dan sudah keburu pingsan. Dia sempat teriak masyarakat saat itu belum keluar dan sudah keburu pingsan," jelasnya.
Tak hanya menganiaya, para pelaku juga merampas barang milik korban berupa sepeda motor dan tiga unit handphone. Polisi mengategorikan aksi tersebut sebagai pencurian dengan kekerasan.
"Mereka ini bukan hanya melukai, tapi mengambil handphone tiga unit sama motor milik korban. Curas memang," tegas Uji.
Korban yang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar. Selanjutnya, korban dirujuk ke RSUD Daya untuk penanganan lebih lanjut.
"Kami dapat informasi dan langsung ke sana, korban sudah terkapar. Korban dibawa ke RS Bhayangkara, sorenya, karena memerlukan tindakan lebih lanjut akhirnya dirujuk ke RS Daya," ungkap Uji.
Saat ini, polisi masih memburu para pelaku. Namun proses penyelidikan terkendala minimnya rekaman CCTV yang mengarah langsung ke lokasi kejadian.
"Rekaman CCTV tidak ada yang menyorot ke TKP, bahkan yang dekat Alfa atau Indomaret cuma ke parkir," jelasnya.
"Kami mencoba menelusuri lewat CCTV ETLE, kami dapat identitas motor, tapi masyarakat di situ (di lokasi motor ditemukan) tidak terbuka," tambah Uji.
(hmw/hmw)
