Bocah di Makassar Terpental-Patah Tulang gegara Pintu Mobil Terbuka Mendadak

Bocah di Makassar Terpental-Patah Tulang gegara Pintu Mobil Terbuka Mendadak

Sahrul Alim - detikSulsel
Jumat, 24 Apr 2026 11:40 WIB
Bocah terpental hingga patah tulang gegara pintu mobil dibuka mendadak di Makassar.
Bocah terpental hingga patah tulang gegara pintu mobil dibuka mendadak di Makassar. Foto: (dok. istimewa)
Makassar -

Seorang siswa sekolah dasar berinisial AL di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) jatuh dari sepeda usai menabrak pintu yang tiba-tiba dibuka sopir mobil taksi online. Korban mengalami patah tulang tangan kanannya, sementara pengemudi mobil dengan nomor polisi DW 1390 QC langsung kabur.

Insiden ini terjadi di Jalan Gotong Royong, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Kamis (23/4) sekitar pukul 10.00 Wita. AL saat itu sedang melintas di jalan tersebut menggunakan sepeda.

"Kemarin kejadiannya sekitar jam 10.00 pagi di situ dekat masjid, awalnya ini anak naik sepeda, tiba-tiba itu sopir mobil buka pintu kena sepedanya ini anak sampai jatuh, patah tangannya," kata tetangga korban, Asma (55) kepada detikSulsel di lokasi, Jumat (24/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AL disebut sempat meminta sopir tersebut untuk mengantarnya pulang ke rumahnya. Namun, kata Asma, sopir tersebut langsung meninggalkan lokasi.

"Itu anak bilang antar pulang ke mamaku, malah dia tinggalkan ki. Tapi sekarang sudah ditahu mi pelatnya (mobilnya)," kata Asma.

ADVERTISEMENT

Warga kemudian melihat AL berjalan sendiri ke rumahnya yang tak jauh dari lokasi kejadian. Saat itu, tangannya sudah terlihat bengkok sambil mendorong sepedanya.

"Bengkok tangannya waktu jalan sendiri ke rumahnya sambil dorong sepedanya," bebernya.

Asma menyebut sopir mobil tersebut merupakan pengemudi taksi online. Saat itu dia menerima orderan di lokasi yang akan menuju bandara.

"Sopir taksi online itu karena kejadian pas depan rumahnya itu orang yang pesan, katanya mau ke bandara anaknya yang punya rumah," katanya.

Asma mengungkapkan orang tua korban langsung membawa anaknya ke RS Siloam. Korban mengalami patah tulang di kanan kanannya.

"Sekarang ada di rumah sakit Siloam kemarin siang dioperasi. Kemarin saya telepon mamanya, tangan kanannya patah," katanya.

Sementara itu, saksi di lokasi, Doni (48) mengaku sempat melihat insiden tersebut saat sedang mengangkat besi skafolding. Saat itu, dia melihat sopir menarik tangan AL.

"Saya lagi angkat skafolding, lagi kerja rumah tetangganya, jatuhnya pi saya lihat. Kuliat itu sopir tarik tangannya, berarti dia sudah tahu kalau patah tangannya ini anak. Saya juga awalnya tidak tahu kalau jatuh karena itu mobil," kata Doni.

Dia tidak menduga pelaku akan kabur sehingga tetap membawa skafoldingnya masuk lorong. Setelah kelar, dia lalu keluar lorong dan melihat AL sudah menangis sambil memegang tangannya yang patah.

"Saya tidak sangka dia akan kabur, makanya saya lanjut bawa ini (skafolding), saya keluar, sudah menangis di depan sini pegang tangannya sambil bawa sepeda," kata Doni.

Sementara pengemudi tersebut, kata Doni, sudah meninggalkan lokasi kejadian. Dia menyebut kejadian berlangsung cepat.

"Ternyata itu sopir sudah kabur, tidak ada mi mobilnya. Cepat sekali kejadiannya karena buru-buru katanya mau ke bandara penumpangnya," pungkasnya.

Rekaman kamera pengawas alias CCTV kejadian ini viral di media sosial. Dilihat detikSulsel dari video beredar tampak sebuah mobil mini bus berhenti di tepi jalan.

Korban pada saat itu naik sepeda melintas di lokasi terjatuh akibat sopir yang tiba-tiba membuka pintu. Pelaku terlihat sempat memegang tangan anak tersebut sebelum meninggalkan lokasi.




(asm/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads