Mahasiswa Ugal-ugalan di Makassar Kepergok Bawa Badik Saat Demo Hari Buruh

Mahasiswa Ugal-ugalan di Makassar Kepergok Bawa Badik Saat Demo Hari Buruh

Reinhard Soplantila - detikSulsel
Jumat, 01 Mei 2026 16:03 WIB
Polisi menemukan parang dan badik dalam jok motor mahasiswa yang hendak ke lokasi demo Hari Buruh di Makassar.
Foto: Polisi menemukan parang dan badik dalam jok motor mahasiswa yang hendak ke lokasi demo Hari Buruh di Makassar. (dok. Istimewa)
Makassar -

Seorang mahasiswa berinisial MFFRS (20) kedapatan membawa badik dan parang saat polisi melakukan pengamanan demo Hari Buruh atau May Day di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pemuda itu diamankan setelah sempat berkendara secara ugal-ugalan menuju lokasi unjuk rasa.

Kasubnit 2 Jatanras Polrestabes Makassar, Ipda Supriadi Gaffar mengatakan, pelaku diamankan di sekitar flyover Jalan AP Pettarani Makassar, Jumat (1/5) sekitar pukul 14.20 Wita. Pelaku telah dibawa Polrestabes Makassar untuk diperiksa.

"Yang bersangkutan kami amankan saat anggota melakukan pengamanan May Day. Saat itu ada sekelompok mahasiswa datang dengan berkendara ugal-ugalan dan gerak-geriknya mencurigakan," ujar Gaffar kepada wartawan, Jumat (1/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gaffar menjelaskan, kedua senjata tajam itu disembunyikan dalam jok motor. Dari hasil pemeriksaan pemuda itu mengakui parang dan badik tersebut merupakan miliknya.

"Setelah diperiksa, ditemukan satu badik beserta sarungnya dan satu parang yang disimpan di bawah sadel motor," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Polisi belum memastikan pelaku hendak bergabung dalam aksi unjuk rasa. Gaffar mengatakan pihaknya masih mendalami motif mahasiswa tersebut membawa senjata tajam.

"Pelaku mengakui barang berupa parang dan badik itu miliknya dan dibawa saat mengikuti rombongan," jelas Supriadi.

2.000 Polisi Kawal Demo Hari Buruh di Makassar

Sebagai informasi, sebanyak 2.000 polisi dikerahkan untuk melakukan pengamanan dalam aksi unjuk rasa memperingati Hari Buruh Internasional di Makassar. Ribuan personel akan disebar ke beberapa titik aksi unjuk rasa.

"Personel kurang lebih gabungan Polrestabes dengan Polda itu ada sekitar 2.000 lebih yang kami terjunkan," ujar Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana kepada detikSulsel, Kamis (30/4).

Polisi mengimbau pengendara menghindari titik rawan kemacetan pada Hari Buruh. Total ada enam titik rawan macet saat demonstrasi terjadi, yakni: Jalan Alauddin; Jalan Urip Sumoharjo; Fly Over; Universitas Muslim Indonesia (UMI); Universitas Negeri Makassar (UNM) Pettarani; dan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Alauddin.

"Sejumlah titik rawan macet, yakni kawasan flyover Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Sultan Alauddin depan kampus Unismuh, Jalan AP Pettarani depan Kampus UNM," paparnya.

Arya menyebut May Day akan diperingati kelompok buruh dengan menggelar aksi di jalan. Meski demikian, pihaknya telah berkomitmen dengan massa untuk tertib saat berunjuk rasa.

"Mereka sudah menyatakan akan melaksanakannya dengan tertib dan mereka menjamin tidak ada bakar ban dan tidak menutup jalan dengan penuh. Artinya memang ramai begitu, para buruh ini ramai," jelas Arya.




(sar/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads