25 Lapak PKL di Tamalanrea Makassar Dibongkar Usai 10 Tahun Kuasai Fasum

25 Lapak PKL di Tamalanrea Makassar Dibongkar Usai 10 Tahun Kuasai Fasum

Andi Nur Isman Sofyan - detikSulsel
Selasa, 12 Mei 2026 10:36 WIB
Penertiban PKL di Tamalanrea, Makassar.
Penertiban PKL di Tamalanrea, Makassar. Foto: (dok. istimewa)
Makassar -

Sebanyak 25 pedagang kaki lima (PKL) di wilayah Kelurahan Tamalanrea Indah, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), membongkar lapaknya secara mandiri yang berada di atas fasilitas umum (fasum). Mereka sebelumnya telah menguasai lokasi tersebut selama kurang lebih 10 tahun.

Camat Tamalanrea, Andi Patiroi mengatakan pembongkaran mandiri berlangsung pada Senin (11/5). Beberapa di antaranya diketahui telah beroperasi selama 5 hingga 10 tahun.

"Dari total 25 lapak, sebanyak 5 lapak dilakukan pembongkaran langsung di lokasi. Sementara sisanya memilih untuk melakukan pembongkaran secara mandiri sesuai kesepakatan yang telah dibangun bersama," kata Andi Patiroi dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kegiatan penataan tersebut diawali dengan apel gabungan yang dipimpin langsung oleh Andi Patiroi. Apel diikuti oleh unsur pemerintah kecamatan, mulai dari Kasi Trantib, Kasi Kebersihan beserta jajaran, serta melibatkan personel Polsek Tamalanrea, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BKO Satpol PP, hingga Satlinmas.

Usai apel, tim gabungan langsung bergerak ke lapangan untuk melakukan penataan lapak PKL sekaligus menertibkan area parkir liar yang selama ini dinilai mengganggu ketertiban umum dan kelancaran mobilitas warga.

ADVERTISEMENT

Dia menegaskan bahwa langkah penataan ini tidak semata-mata bersifat penertiban, tetapi juga merupakan bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha terkait pentingnya menjaga ketertiban ruang publik.

Menurut Andi Patiroi, pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini mengedepankan cara-cara humanis dan persuasif, sehingga para pedagang tetap merasa dihargai tanpa mengabaikan aturan yang berlaku.

"Kami lebih mengedepankan komunikasi dan kesadaran bersama. Alhamdulillah, sebagian pedagang menunjukkan itikad baik dengan membongkar lapaknya secara mandiri," jelasnya.

Selain penertiban lapak PKL, petugas juga melakukan penataan terhadap parkir liar yang selama ini menjadi keluhan masyarakat karena menghambat akses jalan dan aktivitas sehari-hari di kawasan tersebut. Melalui kegiatan ini dapat tumbuh kesadaran kolektif dari seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban lingkungan.

"Upaya ini, kami juga harapkan mampu mendukung terwujudnya wajah kota yang lebih rapi, bersih, dan nyaman bagi seluruh warga," harapnya.




(asm/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads