Mahasiswi Disekap-Diperkosa Usai Diimingi Gaji Rp 3 Juta Jadi Baby Sitter

Kota Makassar

Mahasiswi Disekap-Diperkosa Usai Diimingi Gaji Rp 3 Juta Jadi Baby Sitter

Sahrul Alim - detikSulsel
Kamis, 14 Mei 2026 16:46 WIB
Mahasiswi di Makassar disekap 3 hari dan diperkosa di sebuah kontrakan usai tergiur lowongan pekerjaan.
Foto: Mahasiswi di Makassar disekap 3 hari dan diperkosa di sebuah kontrakan usai tergiur lowongan pekerjaan. (Dok. Istimewa)
Makassar -

Mahasiswi berinisial MA (21) disekap hingga diperkosa 3 hari oleh pria berinisial FR (30) usai diimingi kerja menjadi baby sitter di sebuah rumah kontrakan di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Korban diiming-imingi gaji Rp 3 juta lewat media sosial.

Warga berinisial IK mengaku korban berkenalan dengan pelaku di facebook. Korban melamar kerja setelah pelaku diduga membuka rekrutmen lewat media sosial.

"Di Facebook alasannya itu pelaku, dia pasang di sosmed butuh baby sitter dijanjikan Rp 3 juta," kata IK yang merupakan warga perumahan setempat, Rabu (13/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban pun menerima tawaran pelaku. Menurut IK, korban tertarik karena juga membutuhkan biaya untuk kuliah.

"Tertarik mi si korban karena dia butuh uang bayar kuliah," tambah IK.

ADVERTISEMENT

Korban kemudian diminta datang ke rumah kontrakan yang ditempati pelaku pada Jumat (8/5). Mirisnya, korban ternyata disekap hingga diperkosa oleh pelaku hingga Minggu (10/5).

Keberadaan pelaku terungkap setelah pemilik rumah hendak mengecek rumah yang dikontrak pelaku. Pemilik rumah dikagetkan dengan wanita dari dalam.

"Yang punya rumah pertama kali dapatki itu korban. Kan ini pelaku sewa rumah ini dia kontrak, pas dia mau cek rumahnya karena sudah habis sewanya," tuturnya.

"Jadi pergi mi yang punya rumah cek yang sewa, pas dia mau buka pintu rumah ada muncul ini perempuan dari dalam rumah, dilihat dari jendela rumah," tambah IK.

Temuan itu dilaporkan ke polisi hingga korban dievakuasi dalam kondisi tangannya terikat. Menurut IK, korban merupakan mahasiswi dari Nunukan, Kalimantan Utara yang berkuliah di Makassar.

"Iya (korban asal Kalimantan) aslinya di KTP-nya, perbatasan Nunukan," katanya.

Pelaku Masih Buron

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abd Latif mengatakan pihak melakukan pengejaran terhadap pelaku. Pelaku sudah tidak berada di lokasi saat korban dievakuasi.

"Saat ini pelaku masih dalam proses penyelidikan dan pengejaran. Ketika petugas tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi, pelaku sudah melarikan diri dan tidak berada di TKP," beber Latif.

Pihaknya juga masih mengusut korban diduga mengalami penipuan modus lowongan pekerjaan. Latif menyebut pelaku dan korban baru berkenalan di media sosial.

"Kejadian bermula saat korban melamar pekerjaan melalui media sosial. Setelah dinyatakan lulus, korban diarahkan untuk datang ke rumah yang menjadi lokasi kejadian," jelasnya.




(sar/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads