Sekelompok pria dari Papua menggeruduk kantor perusahaan pembiayaan (leasing) hingga berujung ricuh di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Massa memprotes penarikan motor milik rekannya di jalanan yang dilakukan debt collector.
Peristiwa itu terjadi di Kantor FIF Jalan Boulevard, Kecamatan Panakkukang, Rabu (3/6) sekitar pukul 18.00 Wita. Kejadian berawal saat seorang pria Papua datang sendiri ke kantor FIF untuk mempertanyakan penarikan motor tersebut.
"Seorang laki-laki Papua datang dan masuk ke kantor FIF menanyakan kendaraan roda dua yang di ambil paksa di jalan, lalu pegawai FIF menjelaskan bahwa kendaraan tersebut sudah 4 tahun menunggak dan sudah lama dicari," kata Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Uji Mughni kepada detikSulsel, Kamis (4/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria Papua yang belum diketahui identitasnya tersebut mengaku motor matik yang disita itu dibeli dari seseorang seharga Rp 13 juta. Tak terima penjelasan pihak leasing, pria tersebut lalu menghubungi rekan-rekannya.
"Sejak magrib sudah berkumpul massa, awalnya kondusif, mereka meminta kembali motor yang disita. Pada intinya mereka tidak mau tahu, motor temannya yang diambil leasing," kata Uji.
Menurut Uji, massa menolak berkomunikasi lebih lanjut dengan pihak pembiayaan. Mereka beranggapan kendaraan seharusnya menjadi urusan dealer, bukan perusahaan leasing.
"Pada intinya dia tidak mau bicara dengan pembiayaan karena menurut mereka, pemilik kendaraan dealer bukan pembiayaan. Mereka minta bukti leasing bayar, mau juga mau ketemu dealer, pihak leasing juga sudah jelaskan mereka bayar ke dealer. Tapi mereka tidak terima," tuturnya.
Situasi sempat memanas sekitar pukul 19.30 Wita saat pihak FIF hendak membuka sadel motor yang disita. Salah seorang massa menolak tindakan tersebut hingga terjadi adu mulut.
"Namun salah satu dari orang Papua tersebut keberatan dan melarang membuka sadel kendaraan sehingga terjadi adu mulut dan orang Papua tersebut langsung melakukan pemukulan dan terjadi perkelahian antara sekelompok Papua dengan pihak FIF," jelas Uji.
"Kalau kena pukul kedua belah pihak ada, tapi pihak pembiayaan mengerti kalau bertahan tetapi dia pikir dampaknya perantau di Papua, khawatir ada efeknya kalau terjadi insiden di sini. Jadi dibiarkan massa ambil paksa itu motor," tambahnya.
Massa akhirnya mengangkat dan membawa motor Honda Beat yang dipersoalkan tersebut. Situasi baru kembali kondusif setelah massa meninggalkan kantor FIF sekitar pukul 20.11 Wita.
Uji memastikan belum ada laporan terkait dugaan penganiayaan dalam insiden itu. Namun pihak leasing berencana menempuh jalur hukum terkait penguasaan kendaraan yang masih berstatus objek pembiayaan.
"Leasing nanti mau kumpulkan bukti untuk laporan fidusia. Kalau terkait luka, kedua belah pihak tidak ada saling lapor sampai sekarang," jelasnya.
Dari video beredar, tampak massa berkumpul di depan kantor FIF Makassar. Massa dari Papua dan pihak leasing sempat terlibat perkelahian hingga warga lainnya yang berada di lokasi berusaha melerai.
(sar/ata)










































