Warga mengeluhkan limbah dari warung makan Pallubasa Serigala di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dibuang ke drainase karena menimbulkan bau busuk hingga memicu banjir. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar akan turun melakukan pemeriksaan terkait dugaan pencemaran lingkungan dari limbah tersebut.
"Harus segera ini barang segera prosesnya teman-teman DLH kontrol dulu apa solusinya. Karena sudah ada beberapa masyarakat sekitar merasakan dampaknya. Terganggu baunya, kalau hujan langsung banjir karena menumpuk limbahnya di drainase," kata Camat Mamajang Muhammad Rizal kepada detikSulsel, Sabtu (13/6/2026).
Rizal mengaku telah mengirimkan dokumentasi berupa foto dan video kondisi drainase kepada DLH Makassar. Data tersebut menjadi bahan awal untuk menindaklanjuti dugaan pencemaran lingkungan di kawasan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya benar (dugaan pencemaran lingkungan), kami sudah kirimkan dokumentasi foto dan videonya waktu penertiban kemarin," katanya.
Menurut Rizal, pihak DLH akan melakukan pengecekan setelah menerima laporan terkait dugaan pencemaran lingkungan. Dia menegaskan dugaan pencemaran lingkungan menjadi kewenangan DLH.
"Mereka cuma sampaikan siap turun crosscheck di lapangan karena kita kan tidak paham tentang itu, yang bisa lakukan itu adalah dari DLH. Saya cukup melaporkan," ujarnya.
Meski demikian, Rizal menegaskan persoalan drainase di Jalan Serigala tidak semata-mata disebabkan limbah rumah makan tersebut. Dia menyebut banyak saluran air yang juga tertutup sedimen dan bangunan penutup drainase milik warga.
"Tapi memang di sepanjang Serigala itu, selain limbah Pallubasa, antara Jalan Macan dengan Onta, banyak drainase yang tertutup sedimen," katanya.
Petugas membersihkan sisa beton bekas tenda Pallubasa Setigala Makassar yang berdiri di atas drainase. (dok. istimewa) |
Menurutnya, sejumlah warga juga membuat penutup drainase saat membangun akses masuk rumah tanpa lebih dulu membersihkan endapan di saluran tersebut. Kondisi itu menyebabkan aliran air tidak berjalan maksimal.
"Artinya bukan cuma Pallubasa yang lakukan itu, ada juga warga membangun tutup drainase. Makanya kita lakukan normalisasi bersama Dinas PU," jelas Rizal.
Saat ini, kata dia, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar juga sedang melakukan pemantauan untuk perbaikan sistem drainase di kawasan tersebut. Upaya itu dilakukan menyusul banyaknya keluhan warga terkait banjir dan saluran air yang tersumbat.
"PU sementara lakukan juga proses pemantauan untuk pembuatan kembali saluran drainase di wilayah ini. Sebenarnya sudah satu bulan ini kami jalan bersama Dinas PU di sana, kami pelajari keluhan warga, pertama lemaknya, memang di situ banyak penutupan drainase," bebernya.
Diketahui, kondisi itu terungkap setelah pihak kecamatan melakukan pembongkaran beton tempat tenda Pallubasa Serigala sebelumnya berdiri pada Kamis (11/6) malam. Rizal menyebut, limbah yang menumpuk terdiri dari bekas makanan hingga sabun cuci.
"Sisa corannya itu kami bongkar dan kami dapati memang limbahnya yang sudah menumpuk. Limbah dari lemak-lemaknya dibuang ke sana, minyak, sabun bekas cuci-cuci juga. Itu menyumbat drainase karena sudah mengeras," kata Rizal kepada detikSulsel, Jumat (12/6).
(hsr/asm)

