Kasus pasien pria berinisial NS (55) yang menikam pasien lain inisial JN (40) di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), berakhir damai. Korban tidak melapor ke polisi setelah pelaku meminta maaf.
"Korban tidak melapor," ujar Kapolsek Tamalanrea Kompol Mustari Alam kepada wartawan, Senin (15/6/2026).
Mustari mengatakan pelaku memang sempat berusaha melarikan diri setelah menikam korban. Namun pelaku diamankan hingga akhirnya meminta maaf ke korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masalah selesai saat itu secara kekeluargaan dan pelaku meminta maaf," katanya.
Mustari mengatakan pelaku dan korban menjalani perawatan di ruangan yang sama. Keduanya sempat saling berinteraksi, korban awalnya menanyakan kondisi pelaku.
"Korban sempat bertanya soal kondisinya dan dijawab sehat. Lalu korban bertanya lagi, pelaku menjawab sedang cuci darah," terang Mustari.
Namun pelaku tiba-tiba menyerang korban menggunakan badik. Beruntung korban tidak mengalami luka serius akibat serangan pelaku.
"(Pelaku) kemudian tiba-tiba dia menikam korban. Akibatnya korban luka di tangan cuma lecet," ungkap Mustari.
Peristiwa itu ternyata dilihat salah seorang perawat yang sedang bertugas. Perawat yang panik langsung berteriak hingga pelaku berusaha melarikan diri.
"Sehabis itu (menikam korban) suster teriak, dia (pelaku) lari turun ke bawah baru dikejar oleh orang," imbuhnya.
Diketahui, peristiwa itu terjadi di salah satu ruang perawatan di RSUP Wahidin Makassar, pada Sabtu (13/6) sore. Polisi menyebut pelaku diduga stres akibat penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh.
"Sesama orang sakit itu. Pelaku mengidap penyakit berat dan yang bersangkutan dicurigai mengalami stres," kata Kompol Mustari.
(hsr/ata)
