PDAM Beberkan Strategi Atasi Krisis Air di Utara Makassar, Rampung 2 Pekan Lagi

PDAM Beberkan Strategi Atasi Krisis Air di Utara Makassar, Rampung 2 Pekan Lagi

Sahrul Alim - detikSulsel
Sabtu, 20 Jun 2026 21:30 WIB
Plt Direktur Utama (Dirut) PDAM Makassar Andi Syahrum Makkurade (2 dari kanan) saat diskusi dengan pengurus ormas Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sulsel di Warkop Aspirasi, Sabtu (20/6/2026).
Plt Direktur Utama (Dirut) PDAM Makassar Andi Syahrum Makkurade (2 dari kanan) saat diskusi dengan pengurus ormas Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sulsel di Warkop Aspirasi, Sabtu (20/6/2026). Foto: (Sahrul Alim/detikSulsel)
Makassar -

Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar mengungkap proyek untuk mengatasi krisis air bersih yang kerap dikeluhkan warga di wilayah utara Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pasokan air ke pelanggan di Kecamatan Tallo, Ujung Tanah, dan Bontoala itu disebut terganggu akibat berkurangnya debit air dari sumber air Lekopancing.

Hal itu diungkapkan Plt Direktur Utama (Dirut) PDAM Makassar Andi Syahrum Makkurade saat diskusi dengan pengurus ormas Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sulsel di Warkop Aspirasi, Sabtu (20/6/2026). Saat ini PDAM menyiapkan instalasi pompa dari Manggala yang diperkirakan rampung 2 pekan ke depan.

"Untuk daerah utara itu kita lagi progres untuk penyambungan instalasi pompa di daerah Manggala, insyaallah 2 pekan lebih sudah bisa beroperasi," ujar Andi Syahrum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihaknya juga mengaku telah menyambungkan jaringan pipa dari wilayah Maccini Sombala yang selama ini memiliki pasokan air relatif stabil. Sambungan tersebut kini mengaliri hingga Jalan Gatot Subroto yang sebelumnya juga krisis air.

"Pekan lalu juga kita sudah menyambungkan pipa dari Maccini Sombala. Insyaallah bisa tersambung sampai ke Jalan Gatot Subroto," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sebagai langkah darurat di wilayah Tallo, Ujung Tanah dan Bontoala ini, PDAM mengoperasikan 14 mobil tangki air. Air tersebut didistribusikan ke wilayah utara Makassar dan kawasan Kerung-Kerung.

"Setiap hari ada 14 mobil tangki milik PDAM yang jalan ke daerah Utara Makassar dan Kerung-Kerung," katanya.

Sementara itu, Ketua MPW Pemuda Pancasila Sulsel Diza Rasyid Ali menyarankan agar PDAM segera membenahi jaringan pipa yang sudah tua serta belum tergantikan secara menyeluruh. Selain itu, kebocoran pipa akibat aktivitas penggalian proyek juga kerap terjadi karena belum adanya peta jaringan yang terintegrasi dan mudah diakses.

"Masalah yang muncul terkait air PDAM di Makassar itu seperti perawatan pipa yang sudah tua dan tidak diganti, ada juga yang bocor akibat penggalian. Jadi blueprint atau gambaran pipa PDAM di Makassar harus jelas. Supaya kalau ada pekerjaan penggalian tidak membuat pipa bocor," ujar Diza.

Pihaknya berharap masalah krisis air di utara Makassar yang telah lama dikeluhkan segera diatasi PDAM. Menurutnya, masalah ini terus berlarut tanpa penyelesaian.

"Masa persoalan di bagian utara kekurangan air tidak bisa ditangani cepat dan ini berulang, masalahnya berulang-ulang terus," jelasnya.




(asm/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads