Ketua Komisi C DPRD Makassar Azwar Rasmin mengaku menyesalkan usulan anggaran untuk pembangunan Jembatan Barombong ditolak Kementerian Pekerjaan Umum (KemePU). Azwar pun meminta agar Wali Kota Munafri 'Appi' Arifuddin melobi pusat agar mendapat diskresi sehingga rencana pembangunan jembatan kembar diakomodir melalui APBN.
"Kita sangat menyesalkan yah pembangunan ditolak oleh Kementerian PU karena itu sangat dibutuhkan masyarakat dibutuhkan masyarakat yang beraktivitas melewati jembatan itu. Seperti kita lihat tiap hari terjadi kemacetan di sana," ujar Azwar kepada detikSulsel, Rabu (1/7/2026).
"Jadi kita harap, pemerintah Kota Makassar, dalam hal ini wai kota melakukan lobi-lobi kembali. Inikan masih tengah tahun, masih ada peluang untuk memburu di perubahan (APBN) atau penganggaran tahun depannya," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, persoalan ini membutuhkan peran Appi untuk turun langsung berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Apalagi pembangunan Jembatan Barombong dianggap mendesak untuk direalisasikan.
"Saya yakin, pasti bisa kalau dicari jalan keluarnya. Apalagi saat ini Pemkot Makassar sudah siap, seperti pembebasan lahan, jadi saya kira sisa dilobi pusat bagaimana jembatan ini sangat dibutuhkan," sambung legislator PKS ini.
Azwar kembali menekankan jembatan itu dibutuhkan untuk mengurai kemacetan di wilayah perbatasan Gowa-Makassar tersebut. Dia menegaskan akan terus menagih Pemkot Makassar mengawal aspirasi warga ini.
"Masyarakat sudah sangat membutuhkan proyek jembatan itu untuk mengurai kemacetan di sana. Makanya kita akan terus update perkembangannya oleh Dinas PU Makassar, besok kebetulan kami monev, nanti saya tanyakan" jelasnya.
Diketahui, pembangunan Jembatan Barombong senilai Rp 300 miliar yang diajukan lewat skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) ditolak KemenPU. Proyek strategis ini ditolak gegara anggaran yang diusulkan melampaui batas aturan yang ditetapkan.
Pasalnya, KemenPU hanya menetapkan anggaran Rp 100 miliar untuk mengakomodir program infrastruktur yang diusulkan pemerintah daerah. Atas hal ini, Pemkot Makassar berencana untuk mendesain ulang pembangunan Jembatan Barombong Makassar sekaligus menyesuaikan anggarannya.
"Masih menunggu hasil perencanaan ulang dari Provinsi apa anggaran desain ulang Rp 100 miliar atau Rp 200 miliar. Hasil redesain ulang ini akan keluar berapa anggaran dibutuhkan. Bisa saja redesain (batal jembatan kembar) untuk saat ini provinsi akan mendesain ulang," kata ujar Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Makassar Muhammad Amin kepada detikSulsel, Rabu (1/7).
(sar/hsr)
