Pria bernama Andrerias Umbujala (54) yang ditemukan tewas bersimbah darah di kamar kosnya di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dikenal tertutup. korban juga baru tiga bulan menempati kos tersebut bersama seorang rekannya.
"Korban tinggal di sini sekitar tiga bulan. Dia kos berdua dengan temannya, tapi saat kejadian temannya sedang tidak ada," ujar Ketua RT 4/RW 4 Kelurahan Berua, Juni Wandai kepada wartawan, Senin (6/7/2026).
Dia mengatakan korban bekerja sebagai sopir di sebuah perusahaan bata ringan. Dalam kesehariannya, korban berangkat bekerja pada pagi hari dan kembali ke kos pada sore hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aktivitasnya itu pagi kerja, sore pulang. Dia kerja sebagai sopir perusahaan bata ringan," katanya.
Menurut Juni, selama tinggal di lingkungan tersebut korban tidak pernah terlibat perselisihan dengan warga. Namun, korban juga dikenal jarang bergaul dengan masyarakat sekitar.
"Tidak pernah cekcok dengan warga. Cuma memang orangnya kurang berinteraksi dengan warga, agak tertutup," ungkapnya.
Lebih lanjut, Juni mengatakan korban dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain asal daerah dan pekerjaan, Juni tidak tahu lagi lebih dalam tentang korban.
"Korban ini warga asal NTT," tuturnya.
Diketahui, korban ditemukan tewas bersimbah darah di kamar kosnya Jalan Lanraki Baru, Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya, Senin (6/7) pagi. Korban ditemukan dengan luka di wajah yang diduga akibat hantaman benda tumpul.
Polisi telah mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga korban tewas akibat dibunuh.
"Iya (dugaan pembunuhan), nanti kita selidiki dulu, kita dalami dulu. Nanti secepatnya kami kabari," kata Kapolsek Biringkanaya, Kompol Setiawan Malik kepada wartawan, Senin (6/7).
(hsr/ata)
