Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawerigading, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengklaim pasien aman meski ular berbisa kerap masuk ke ruangan. Pasien juga tidak ada yang mengeluh terkait kemunculan ular tersebut.
"Alhamdulillah pelayanan tetap berjalan (belum ada keluhan pasien)," kata Kabag Humas RSUD Sawerigading, Naya kepada detikSulsel, Kamis (12/2/2025).
Naya mengaku pihaknya juga tidak pernah menemukan sarang ular di dalam gedung rumah sakit. Selain itu, cleaning service juga tidak pernah menemukan sarang ular di rumah sakit termasuk di tempat sampah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau masalah ini (sarang ular), kami manajemen belum pernah disampaikan, karena memang belum pernah ditemukan di tumpukan sampah (oleh cleaning service)," katanya.
Meskin tidak ada keluhan dari pasien, pihak rumah sakit tetap melakukan upaya pencegahan. Salah satunya dengan menebang pohon di sekitar rumah sakit yang diduga tempat ular bersarang.
"Tindakan RSUD terhadap adanya kejadian itu yaitu dengan membersihkan pohon-pohon yang ada di luar pagar rumah sakit," terangnya.
Naya mengaku pembersihan pohon di sekitar rumah sakit tidak melibatkan instansi lain. Pemantauan di dalam gedung rumah sakit dilakukan cleaning service.
"(Untuk gedung) ada cleaning service. Kalau untuk kerja sama dengan pihak tertentu saat ini belum ada," bebernya.
Habitat Ular di Sekitar RS
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Palopo Rachmad mengungkap bahwa habitat ular berada di sekitar kawasan RS. Namun pihaknya belum melakukan pengecekan secara langsung.
"Dulu lokasi sekitar RS adalah lokasi habitat alami ular-ular tersebut. Untuk cek lokasi tidak pernah," ucap Rachmad yang dikonfirmasi terpisah.
Dia mengaku pihaknya hanya mengevakuasi ular ketika mendapat laporan. Dia juga mengimbau masyarakat untuk melapor jika menemukan hewan atau satwa liar yang membahayakan.
"Upaya damkar saat ini hanya sosialisasi emergency call/nomor darurat, agar segera dihubungi jika ada kondisi berbahaya termasuk pemunculan hewan berbahaya," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, ular cincin emas ditemukan di ruang radiologi RSUD Sawerigading pada Rabu (11/2). Ular berbisa sepanjang sekitar satu meter itu telah dievakuasi personel Damkar Palopo.
"Kali ini ular cincin emas, khusus yang ditangani damkar sudah 4 kali evakuasi ular di RSUD Sawerigading semenjak RSUD itu ada," kata Rachmad.
Rachmad mengaku petugas tidak menemui kendala dalam mengevakuasi ular cincin emas itu. Ular berbisa itu tidak melakukan perlawanan saat diamankan.
"Proses evakuasinya sebentar karena ular habis ganti kulit jadi cenderung pasif," ungkapnya.
(hsr/sar)










































