Sejumlah nelayan mengeluhkan kelangkaan BBM bersubsidi jenis solar di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel). Akibatnya, beberapa nelayan batal melaut karena tak memiliki bahan bakar.
"Susah sekali kita dapat solar sekarang, kalaupun ada kita dapat bukan di SPBU," kata nelayan bernama Syarifuddin kepada detikSulsel, Senin (23/2/2026).
Kelangkaan solar tersebut menimpa nelayan yang berada di Kecamatan Bara dan Talluwanua, Palopo. Syarifuddin menyebut, solar yang ada pada SPBU di 2 Kecamatan tersebut sangat cepat habis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kita ke SPBU cepat sekali habis, mungkin tidak cukup 2 jam habis mi lagi solar. Karena memang antrian mobil dan jeriken ada sebelum solar masuk," jelasnya.
Syarifuddin menambahkan, mereka yang memiliki surat rekomendasi pengisian dari pemerintah setempat selalu diutamakan. Padahal menurut Syarifuddin beberapa warga yang memiliki izin nelayan tidaklah berprofesi sebagai nelayan.
"Kalau di SPBU itu selalu petugas di sana bilang yang ada surat rekomendasi yang didahulukan, tapi kenyataan mobil rakitan selalu di depan. Lagi pula saya kenal ji mereka (pelangsir), dia itu bukan nelayan, entah di mana juga ambil surat begitu," tegasnya.
Senada dengan Syarifuddin, seorang nelayan bernama Dirga turut menyoroti terkait kelangkaan tersebut. Dia menjelaskan, kelangkaan sering terjadi karena banyaknya pelangsir yang menampung solar subsidi untuk dijual ke tambang.
"Jangan mi kaya mau dirahasiakan bagaimana, kita tahu semuaji bahwa itu mobil yang melangsir natampung itu solar nah," bebernya.
"Kemudian ada nanti itu mobil tangki biru biasa ambilki untuk najual ke tambang dengan harga solar industri. Alhasil kita nelayan yang terus menderita," tutupnya.
(ata/hmw)










































