Seorang siswa SMA 6 Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), bernama Muhammad Yakub menjadi korban pengeroyokan sejumlah pelajar dari sekolah lain. Korban dipukul menggunakan batu hingga kepala mengalami luka serius usai melerai perkelahian antarsiswa.
"Untuk siswa yang terlibat belum jelas sekolah mana, tapi korban anak SMA 6. Korban dipukul dari belakang menggunakan batu," kata Kasi Humas Polres Palopo, AKP Marsuki kepada detikSulsel, Sabtu (18/4/2026).
Insiden pengeroyokan tersebut terjadi di jalan poros sekitar SMA 6 Palopo, Kelurahan Tomarundung, Kecamatan Wara Barat, pada Jumat (17/4) sekitar pukul 11.00 Wita. Kejadian bermula ketika dua siswa bernama Fatih dan Aryo sedang berkelahi dan korban datang melerainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban datang memisahkan, kemudian pelaku dan temannya menarik korban dari belakang dan memukul menggunakan batu mengenai kepala bagian belakang hingga sobek," jelasnya.
Orang tua korban yang tidak terima dengan perlakuan tersebut melaporkan kejadian itu ke pihak Polres Palopo. Marsuki menyebut, pihaknya saat ini tengah menyelidiki para pelaku pengeroyokan.
"Orang tua sudah melaporkan kejadiannya tadi, dan saat ini pihak reskrim telah menyelidiki para terduga pelaku," tutupnya.
Dalam video beredar, terlihat sejumlah pelajar saling berkumpul. Beberapa orang terlihat menggunakan baju kaos dan beberapa lainnya terlihat menggunakan seragam sekolah pramuka.
Beberapa saat kemudian, terlihat para pelajar maju dan memukuli korban yang sedang duduk di motornya. Terlihat, korban dipukuli secara bertubi-tubi, dan pemukulnya lebih dari 3 orang.
Nampak pula, motor Scooopy hijau milik korban yang jatuh terbaring di jalan. Terdengar pula teriakan seseorang pada video tersebut meneriakkan bahasa daerah 'sambakki' atau yang berarti pukul.
Beberapa saat kemudian, sejumlah pelajar datang melerai pengeroyokan tersebut. Setelah itu, para pelaku pengeroyokan terlihat pergi bersama gerombolannya.
(asm/ata)










































