Imam Masjid Korban Pengeroyokan di Palopo Dipolisikan Balik soal Penganiayaan

Imam Masjid Korban Pengeroyokan di Palopo Dipolisikan Balik soal Penganiayaan

Ahmad Al Qadri - detikSulsel
Minggu, 03 Mei 2026 18:15 WIB
Imam masjid di Palopo dikeroyok usai menegur bocah main mikrofon.
Foto: Imam masjid di Palopo dikeroyok usai menegur bocah main mikrofon. (dok. Istimewa)
Palopo -

Imam masjid bernama Ahmad (62) di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), melapor ke polisi atas kasus pengeroyokan usai menegur bocah yang memainkan mikrofon. Belakangan, ibu bocah yang ditegur justru melaporkan balik sang imam ke polisi atas dugaan penganiayaan.

Laporan dugaan penganiayaan itu diadukan ke Unit Perlindungan dan Perempuan (PPA) Polres Palopo, Kamis (30/4). Sementara kasus dugaan pengeroyokan yang dialami Ahmad ditangani Polsek Wara.

"Ibu anak itu juga melaporkan imam ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) terkait penganiayaan," kata Kasi Humas Polres Palopo, AKP Marsuki kepada detikSulsel, Minggu (3/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam laporannya, ibu bocah itu mengklaim anaknya mengalami tindak kekerasan. Kendati begitu, Marsuki belum menjelaskan dugaan penganiayaan itu.

"Jadi ini kasus mereka saling lapor, satu ke PPA dan satu ke Polsek Wara. Menurut pelapor, anaknya menjadi korban penganiayaan," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Sementara ibu dari bocah itu termasuk sebagai terlapor dalam kasus pengeroyokan yang dilaporkan Ahmad. Ibu bocah itu akan dipanggil untuk diperiksa.

"Untuk sementara ini kan terduga tersangka baru ibu dari bocah itu yang diketahui, namun kami akan tetap memanggilnya untuk mencari tahu siapa pelaku lainnya," tuturnya.

Marsuki mengatakan, kasus Ahmad yang menjadi korban pengeroyokan masih dalam penyelidikan. Sebanyak 4 saksi sudah diperiksa menyusul terduga pelaku yang akan dimintai keterangan pekan depan.

"Namun masih menunggu hasil visum dari dokter untuk dinaikkan proses sidik kemudian yang diduga pelaku sudah dipanggil ke kantor Polsek Wara," imbuh Marsuki.

Diketahui, Ahmad dikeroyok di depan Masjid As Salam, Kelurahan Benteng, Kecamatan Wara Timur, Rabu (29/4) sore. Ahmad dikeroyok sejumlah orang tidak dikenal (OTK) setelah menjadi imam salat Asar.

Anak korban, Harun mengatakan pengeroyokan terhadap ayahnya terjadi setelah sejumlah bocah ditegur bermain mikrofon dalam masjid. Perbuatan itu membuat Ahmad kesal karena bocah itu dinilai sudah kerap mengganggu.

"Puncaknya itu karena sering ditegur sama ayahku, akhirnya datang ayah ke masjid marah karena berulang kali kejadian, makanya ada bentuk teguran spontannya ayahku, dia jitak kepalanya ini anak satu-satu," kata Harun kepada detikSulsel, Minggu (3/5).

Bocah yang ditegur lalu pulang dan mengadukan hal itu ke keluarganya. Selang beberapa waktu, sejumlah orang menunggu korban keluar setelah selesai memimpin salat Asar.

"Situasi saat itu salat Asar orang, ayah di masjid imam. Pasnya keluar ayahku dari masjid, hampir mi sampai depan rumah seperti di CCTV, di situ mi ada palang ayahku," ujarnya.

Saat itulah korban dikeroyok sejumlah orang. Insiden itu mengakibatkan korban sampai dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.

"Dari kesaksiannya ayahku, dia itu dipukuli dari 3 orang lelaki dewasa. Tapi nanti pas masuk rumah sakit ayah, ada tetangga datang menjenguk, katanya itu orang pas jatuh ayah dikeroyok dipukul dari belakang," jelasnya.




(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads