Palang Jembatan Gantung Maut di Palopo Dibuka Paksa Warga Imbas Tak Ada Akses

Palang Jembatan Gantung Maut di Palopo Dibuka Paksa Warga Imbas Tak Ada Akses

Ahmad Al Qadri - detikSulsel
Selasa, 26 Mei 2026 12:30 WIB
Jembatan gantung di Kelurahan Pajalesang, Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), dipalang setelah seorang warga terjatuh dan meninggal dunia.
Foto: Jembatan gantung di Kelurahan Pajalesang, dipalang warga. (Ahmad Al Qadri/detikSulsel)
Palopo -

Warga membuka paksa palang jembatan gantung yang rusak di Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel). Warga nekat melewati jembatan gantung yang telah menelan korban jiwa itu lantaran tak kunjung diperbaiki oleh Pemkot Palopo.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Pajalesang, Marsam M mengatakan jembatan gantung itu langsung ditutup dengan cara dipalang setelah pria bernama Marwan (50) tewas karena terjatuh. Namun warga membuka paksa palang dan tetap melewati jembatan rusak itu.

"Baru 2 minggu ditutup na buka lagi, tidak bisa juga kita larang," ujar Marsam kepada detikSulsel, Selasa (26/5/226).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengungkapkan warga rela bertaruh nyawa melewati jembatan tersebut karena tidak ada akses lain. Apalagi saat musim hujan, jalur alternatif atau jalan pintas tidak bisa dilewati.

"Karena tidak adanya jalan lain yang nalewati (warga) apalagi musim hujan banyak air di sungai sehingga warga terpaksa buka palang," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Penampakan jembatan gantung lokasi pria terjatuh hingga tewas di Palopo.Penampakan jembatan gantung lokasi pria terjatuh hingga tewas di Palopo. (Ahmad Al Qadri/detikSulsel)

Marsam mengakui jembatan rusak itu dilalui warga termasuk anak sekolah setiap harinya. Dia pun menyinggung janji pemkot yang akan memperbaiki jembatan tersebut setelah menelan korban jiwa.

"Ibu wali kota sendiri yang datang pada saat kejadian dan meninjau lokasi, dan pada saat musrembang kecamatan sudah dijanjikan oleh camat akan dipercepat pengerjaannya dan saya juga sudah sampaikan kepada warga untuk bersabar tapi sampai sekarang belum dikerja," bebernya.

Sementara warga inisial DC menyebut perbaikan jembatan sudah dianggarkan sebesar Rp 8,6 miliar. Dia mengaku sempat melihat desain gambar jembatan dari besi dan rencananya akan dikerjakan pada Juni 2026.

"Jadi cerita aslinya itu sudah direncanakan sejak tahun lalu, ibu wali datang kunjungan karena sudah matang gambar dan lain-lain, nominalnya itu Rp 8,6 miliar dan menggunakan dana balai Jeneberang provinsi dari pokir anggota DPR RI Andi Iwan Aras," bebernya.

"Cuma pascakejadian yang meninggal warga katanya dimajukan pekerjaan ke Maret, tapi entah kenapa hingga saat ini belum ada kejelasan," tambahnya.

Jembatan Lapuk Telan Korban Jiwa

Diketahui, warga bernama Marwan tewas saat melintasi jembatan lapuk tersebut pada (10/2) lalu. Saat di tengah jembatan, Marwan diduga terjatuh ke sungai karena menginjak kayu yang rapuh.

"Saat di tengah jembatan terpeleset, kayu jembatan patah dan korban jatuh ke sungai," kata Lurah Pajalesang, Irwan kepada detikSulsel, Rabu (11/2).

Jembatan itu sempat ditutup pascakejadian karena kondisinya sudah dianggap membahayakan. Kendati begitu, anak sekolah masih kerap melewati jembatan meski telah dilarang.

"Kita lihat saja jembatannya sudah rusak memang, cuma biasa ada anak sekolah tetap paksakan lewat, soalnya kalau memutar ada sekitar 2 kilometer," paparnya.




(hsr/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads