Pengawas SPBU Binturu, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rustam Mase angkat bicara terkait mobil Terios hitam yang diduga kabur usai mengisi BBM senilai Rp 412 ribu. Rustam menyebut sopir tersebut lupa membayar dan sudah meminta maaf.
"Jadi pemilik kendaraan sendiri sudah datang kepada kita dan telah dia selesaikan, murni karena beliau lupa," kata Rustam kepada detikSulsel, Jumat (5/6/2026).
Rustam menuturkan, insiden tersebut murni terjadi karena pengemudi lupa. Dia yakin tidak ada unsur kesengajaan dalam kejadian itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami kenal beliau, beliau itu mampu selesaikan. Cuma karena kesibukan jadi dia buru-buru tadi, ada zoom rapatnya dengan pimpinan," ungkapnya.
Rustam menjelaskan, pemilik kendaraan tersebut juga sudah meminta maaf atas kegaduhan yang dibuatnya. Dia menegaskan kesalahpahaman ini telah diselesaikan secara kekeluargaan.
"Alhamdulillah dia telah membayar sesuai nominal, dia juga telah memohon maaf atas kegaduhan itu, dan masalah ini telah selesai secara kekeluargaan," tutupnya.
Diketahui, insiden tersebut terjadi di SPBU Binturu, Kelurahan Binturu, Kecamatan Wara Selatan, Palopo pada Jumat (5/6) sekitar pukul 11.00 Wita. Pegawai SPBU, Eca menuturkan, kejadian bermula ketika mobil dengan nomor polisi B 2706 UIE itu datang mengisi BBM jenis pertalite.
Pria tersebut kemudian meminta untuk melakukan pembayaran menggunakan Qris. Namun, Eca menjelaskan pembayaran hanya dapat dilakukan melalui tunai.
"Dia awalnya minta bayar pakai Qris, saya bilang tidak bisa jadi na bilang mauka dulu ke Alfamidi Super tarik uang, jadi ku suruh mi majukan mobilnya, ternyata dia langsung tancap gas," ungkapnya.
(asm/hsr)










































