DPRD Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), menanggapi keluhan warga yang menagih janji seragam sekolah gratis dari Wali Kota Palopo Naili Trisal. Realisasi anggaran pun dipertanyakan lantaran janji itu belum juga terealisasi menjelang siswa masuk sekolah.
"Benar ada dianggarkan, jadi pengadaan seragam sekolah itu (nominalnya) Rp 700 juta di (APBD) pokok (yang pengadaannya) secara gelondongan, cuma tidak tahu kalau ada penambahan atau bagaimana, kami belum tahu progresnya," kata Ketua DPRD Palopo, Darwis kepada detikSulsel, Jumat (19/6/2026).
Darwis mengatakan, pihaknya belum mengetahui jumlah penerima manfaat seragam sekolah gratis tersebut. Dia juga tidak mengetahui item-item apa saja yang akan diadakan dari total anggaran yang disiapkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada rinciannya, belum diketahui apa semua yang dianggarkan Pemkot itu terkait seragam. Tapi kalau dengan nilai Rp 700 juta itu baju celana saja atau baju rok," bebernya.
Pihaknya mengaku belum mendapat laporan rinci dari Pemkot Palopo. Kendati begitu, Darwis menganggap anggaran Rp 700 juta tidak akan cukup jika untuk mengakomodir atribut sekolah lain di luar seragam.
"Karena kalau mau adakan sepatu dan tas itu kan tidak cukup, walaupun dijanji seragam dan atribut," tegas Darwis.
Darwis lantas menyinggung pengadaan program seragam sekolah gratis nyaris tidak diakomodir di APBD. Namun DPRD Palopo mendorong agar dianggarkan karena sangat dibutuhkan masyarakat.
"Itupun sebenarnya ini seragam sekolah itu visi misi sudah tidak bisa dikasi masuk di APBD, cuma karena kita pikir untuk kebaikan makanya harus ada, jadi bukan visi misi kita lihat tapi asas manfaatnya untuk masyarakat," bebernya.
Darwis menilai keluhan warga yang menagih seragam sekolah gratis merupakan hal yang wajar. Pasalnya Pemkot Palopo sebelumnya telah menjanjikan akan menyalurkannya sebelum masuk tahun ajaran baru sekolah.
"Pemkot sudah disampaikan bahwa hadap-hadapkan kemarin itu sebelum pendaftaran (sekolah), ini nanti mereka (Dinas Pendidikan) yang data di daerah mana yang mau dibagikan dulu itu data karena kalau sekolah mi orang buat apa, ada mi seragamnya," jelasnya.
Darwis meminta Pemkot Palopo segera merealisasikan program seragam sekolah tersebut. Dia juga mengingatkan agar kualitas seragam yang disalurkan tetap dijaga.
"Saya juga berharap nanti kualitasnya dijaga, jangan sampai buru-buru, kalau tidak najaga lagi ya itu masalah," imbuh Darwis.
detikSulsel telah berupaya menghubungi Wali Kota Palopo Naili Tisal dan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Zainal Sahid terkait pengadaan seragam sekolah gratis. Namun keduanya belum memberikan tanggapan.
Warga Tagih Janji Walkot Palopo
Diketahui, Warga menagih janji program unggulan Wali Kota Palopo Naili Trisal terkait pengadaan seragam sekolah gratis. Menurut warga, hingga saat ini program tersebut belum terealisasikan.
"Sudah mau setahun wali kota, belum ada ini seragam sekolah gratis. Belum ada kejelasan, bahkan ini anak-anak sudah mau naik kelas lagi," kata warga bernama Zulkarnain kepada detikSulsel, Kamis (18/6).
Zulkarnain menyebut seragam sekolah gratis merupakan program unggulan yang sering disuarakan oleh Naili Trisal dan wakilnya Akhmad Syarifuddin Daud saat kampanye. Pihaknya pun telah kerap menagih janji tersebut.
"Sekarang itu di media sosial ramai orang tagih janji itu, cuma belum ada respon apapun dari pemerintah kota terkait kejelasannya," tambahnya.
(sar/asm)
