Awal Mula Terbongkarnya Kasus Oknum Dosen ITH Parepare Lecehkan Mahasiswi

Awal Mula Terbongkarnya Kasus Oknum Dosen ITH Parepare Lecehkan Mahasiswi

Tim detikSulsel - detikSulsel
Jumat, 30 Jan 2026 09:00 WIB
Awal Mula Terbongkarnya Kasus Oknum Dosen ITH Parepare Lecehkan Mahasiswi
Foto: Kampus ITH Parepare. (Ardiansyah/detikSulsel)
Parepare -

Oknum dosen Institut Teknologi BJ Habibie (ITH) Parepare berinisial RR diduga melecehkan mahasiswi modus telepon dan chat sejak 2023. Dugaan pelecehan tersebut terbongkar setelah informasinya beredar di media sosial (medsos).

Ketua Tim Adhoc Penegakan Etika dan Sanksi Akademik ITH Parepare, Suryansyah Surahman mengaku belum mendapat laporan resmi dari korban. Pihak kampus baru mengetahui kasus dugaan pelecehan seksual ini pada awal Januari 2026.

"Saat ini ITH belum menerima laporan resmi dari korban. Pihak ITH mengetahui proses yang terjadi saat ini melalui media sosial itu kurang lebih ya, awal Januari ini ya," kata Suryansyah Surahman kepada wartawan, Senin (26/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suryansyah mengatakan, ITH Parepare sudah membentuk tim adhoc untuk menyelidiki kasus tersebut sesuai dengan aturan. Dari hasil pemeriksaan sementara, kasus ini mencuat usai disebarkan oleh sejumlah akun media sosial.

"Sebenarnya ini kan merupakan indikasi dari kasus-kasus pribadi yang bersangkutan. Namun di tengah jalan ternyata ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu gitu yang mengatasnamakan korban," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Suryansyah menegaskan dugaan itu masih akan didalami lebih lanjut. Apalagi informasi yang beredar di media sosial diduga disebarkan oleh akun palsu di media sosial.

"Apa yang tersebar di media sosial itu adalah akun-akun fake dan akun-akun anonim yang secara resmi dari kami ITH belum mendapatkan laporan resmi sebagai korban," jelas Suryansyah.

Namun dugaan itu masih akan diselidiki lebih lanjut. Apalagi oknum dosen RR membantah tudingan telah melakukan pelecehan terhadap mahasiswi berdasarkan hasil klarifikasi yang dilakukan tim adhoc ITH Parepare.

"Pihak diduga tertuduh yang dimintai keterangan menyampaikan pernyataan bahwa yang bersangkutan tidak pernah melakukan tindakan kekerasan seksual sebagaimana informasi yang beredar di media sosial," bebernya.

Dia juga berharap agar mahasiswi yang diduga menjadi korban melaporkan kasus ini secara resmi. Suryansyah memastikan tim akan memberikan perlindungan dan menjaga kerahasiaan identitas korban.

"Kami menegaskan bahwa setiap pelapor akan mendapatkan perlindungan, kerahasiaan, dan pendampingan sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Pelecehan Diduga Terjadi Sejak 2023

Salah satu mahasiswi ITH Parepare yang enggan disebut namanya turut buka suara soal dugaan pelecehan tersebut. Mahasiswi yang merupakan rekan korban pelecehan menyebut oknum dosen itu telah melakukan pelecehan sejak 2023 silam.

"Bentuk pelecehan yang dilakukan terlapor yaitu pada 2023. Beliau (RR) sering sekali menghubungi mahasiswi pada jam yang tidak wajar dan juga sering menelepon di waktu tersebut," ungkap mahasiswi ITH Parepare kepada detikSulsel, Senin (26/1).

Dia menuding oknum dosen pernah melakukan pelecehan di ruang kelas. Dia berdalih dugaan pelecehan tersebut sempat dilaporkan ke kampus namun justru diabaikan.

"Terkait pelecehan yang dilakukan di ruang kelas, mungkin saya akan ungkap jika nanti setelah saya melapor lagi di kampus. Tetapi tidak ditanggapi atau tidak diproses secara cepat," paparnya.

Dia mengaku korban saat ini belum kembali melapor karena masih trauma dan ketakutan atas dugaan pelecehan yang dialaminya. Dia mengungkap korban dugaan pelecehan mencapai 4 orang.

"Sejauh ini yang mengaku dapat chat tengah malam itu ada 4 mahasiswi," tuturnya.

Sementara oknum dosen RR membantah tudingan melecehkan mahasiswinya hingga korban mencapai 4 orang. Dia balik menantang mahasiswi yang mengaku sebagai korban untuk melapor.

"Itu tidak benar juga, harus saya pastikan itu tidak benar. Mana buktinya? Apakah ada pelaporan? Kalau ada, ayo kita buktikan sama-sama di ranah hukum," kata RR kepada detikSulsel, Selasa (27/1).

Namun RR mengaku kerap melayani chat atau pesan elektronik mahasiswinya hingga larut malam. Dia berdalih komunikasi itu sebatas diskusi soal perkuliahan.

"Biasa mahasiswa ada yang chat malam dan saya balas. Balasannya pun normatif, tanya tugas atau diskusi. Saya membuka ruang untuk mereka diskusi, bahkan sampai larut malam tanya tugas," ujarnya.

Dia juga mengklaim hubungannya dengan mahasiswi di kampus masih dalam batas kewajaran. RR mengaku tidak tahu identitas mahasiswi yang merasa dilecehkan.

"Sesuai idealnya, sebatas mahasiswa dan dosen. Saya bahkan tidak tahu mahasiswi mana yang dimaksud karena tidak ada laporan resmi ke kampus," tutur RR.

Oknum Dosen Tuding Eks Istri Tunggangi Kasus

Dosen RR belakangan justru melaporkan mantan istrinya atas dugaan pencemaran nama baik ke Polres Parepare pada Minggu (25/1). Dia juga melaporkan sejumlah akun media sosial atas dugaan pelanggaran Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Pokoknya mantan istri beserta akun-akun sosmed yang berafiliasi, seperti Makassar Keras, Parepare Info, Pinrang Info, Sidrap Info. Saya lapor semua itu," ungkap RR.

Dia menuding mantan istrinya sakit hati kepada dirinya meski tidak dirincikan masalah yang menjadi pemicunya. RR menyebut mantan istrinya sengaja mencari-cari masalah dengan dirinya.

"Ini mantan istri yang sakit hati, makanya dia kompor-kompori semua orang-orang yang ada di kampus. Dia pakai akun anonim untuk seolah-olah mengungkap, padahal kan belum ada juga dari kampus secara resmi di Satgas," terangnya.

Di sisi lain, mantan istri dosen RR berinisial M turut membantah menunggangi perkara dugaan pelecehan tersebut. Dia mempersilakan mantan suaminya membuktikan tuduhan itu.

"Tuduhan RR ke saya terkait akun fake dan beberapa pernyataan lainnya itu sangat tidak benar. Adapun saya mencemarkan nama baik dia yah silakan dibuktikan," ungkap M kepada detikSulsel, Kamis (29/1).

M mengaku heran karena dituduh mengendalikan akun media sosial palsu untuk menyebarkan isu pelecehan mahasiswi. Dia menyindir RR membela diri dengan playing victim.

"Pernyataan si RR ini sangat luar biasa playing victim-nya terkait tuduhannya ke saya sebagai mantan istri. Dia menuduh saya buat akun fake, untuk ungkap semua kasusnya?" ucapnya.

Dia berdalih hanya berupaya membantu sejumlah mahasiswi yang mengaku sebagai korban. Para mahasiswi menghubunginya agar membantu menindaklanjuti dugaan pelecehan itu.

"Beberapa mahasiswi meminta untuk dibantu spill kasus si RR. Ini yang sudah lama terpendam oleh mahasiswi agar pihak kampus bisa menindaklanjuti problem yang diduga dilakukan RR," jelasnya.

Dia berdalih korban selama ini takut berbicara karena khawatir berdampak pada nilai kuliah. Dia pun siap menghadapi laporan polisi yang dilayangkan oleh mantan suaminya.

"Yang ternyata sudah lama terjadi tapi korban belum berani speak up. Karena ketakutannya yang berujung pada nilai dan kelanjutan perkuliahannya di mata kuliah si RR ini," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Begini Suasana Forum Audit Kasus Dugaan Pelecehan Seksual FH UI"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads