Anggota DPRD Parepare Sindir Pemkot Usai Festival Salo Karajae Gagal Lolos KEN

Anggota DPRD Parepare Sindir Pemkot Usai Festival Salo Karajae Gagal Lolos KEN

Ardiansyah - detikSulsel
Senin, 02 Feb 2026 14:50 WIB
Anggota DPRD Parepare Sappe.
Foto: Anggota DPRD Parepare Sappe. (Ardiansyah/detikSulsel)
Parepare -

Anggota DPRD Kota Parepare, Sappe menyindir kinerja Pemkot yang gagal mempertahankan Festival Salo Karajae di Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Sappe menyayangkan event kebanggaan Parepare tersingkir setelah 5 tahun terakhir masuk dalam KEN.

"Saya secara pribadi sangat menyayangkan Festival Salo Karajae gagal lolos di event nasional Kementerian Pariwisata. Seharusnya Pemkot bisa mempertahankan ini," kata Sappe kepada detikSulsel, Senin (2/2/2026).

Sappe membandingkan pengelolaan event di era kepemimpinan Wali Kota Parepare Taufan Pawe. Dia menganggap pada masa itu, Festival Salo Karajae selalu menjadi kebanggaan Parepare dan sukses mendatangkan wisatawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di era Pak Dr HM Taufan Pawe itu menjadi kegiatan tahunan dan wajib dilaksanakan. Ketika di pemerintahan sekarang tidak masuk lagi, maka itu tidak menjadi suatu kegiatan yang wajib," ujarnya.

Sappe menilai, ada kekeliruan dalam pelaksanaan festival Salo Karajae yang terakhir digelar. Hal itu berdampak pada posisi ajang tersebut di level nasional.

ADVERTISEMENT

"Yang mungkin ada kekeliruan yang terjadi pada saat pelaksanaan Festival Salo Karajae yang terakhir yang dilakukan oleh pemerintahan Tasming Hamid," ucap Sappe.

Legislator PKS ini pun meragukan posisi Parepare kota event. Hal ini karena event yang sudah berskala nasional justru gagal dipertahankan.

"Di sini ada pola pikir yang keliru. Seharusnya dipertahankan ini karena ini sudah masuk event nasional, masuk dalam Kementerian Pariwisata," tegas Sappe.

Menurut Sappe, status event nasional itu bukan hanya soal gengsi daerah, tapi juga berdampak langsung pada gairah ekonomi lokal. Dia menyentil model event lokal saat ini yang masih membebani pelaku usaha melalui biaya sewa fasilitas.

"Kalau hanya event-event lokal saja yang hanya mendistribusikan UMKM-UMKM ini tetapi dengan catatan dia harus sewa tenda dan lain sebagainya, saya kira itu hal yang keliru," imbuhnya.

Diketahui, Festival Salo Karajae dipastikan tidak lolos KEN 2026 Kemenpar. Padahal sebelumnya, Festival Salo Karajae masuk KEN Kemenpar sebanyak 5 kali berturut-turut.

"Iya, pengusulan (Festival Salo Karajae), tidak (lolos KEN 2026)," ungkap Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Parepare, Iskandar Nusu kepada detikSulsel, Senin (26/1).

Pemkot Parepare diminta untuk mengembangkan Festival Salo Karajae agar gaungnya lebih besar. Pelibatan EO diharapkan agar kegiatan itu bisa dieksplorasi lebih maksimal.

"Yang menjadi catatan itu kita diminta untuk bekerja sama dengan EO agar event itu skalanya lebih besar. Kan kita selama ini tidak pakai EO, kalau event yang lain itu bekerja sama dengan EO besar," jelasnya.

Iskandar menambahkan, Festival Salo Karajae Parepare tetap dilaksanakan pada tahun ini meski dengan skala lokal. Detail rangkaian acara akan dikaji lebih lanjut.

"Tetap ji barangkali (digelar), nanti seperti yang tadi barangkali tetap akan dilaksanakan skala lokal. Tetap ji, hanya tidak masuk KEN, itu saja bedanya," pungkasnya.




(sar/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads