Angin Kencang dan Longsor Terjang Parepare, 5 Rumah Rusak-Pagar Roboh

Angin Kencang dan Longsor Terjang Parepare, 5 Rumah Rusak-Pagar Roboh

Ardiansyah - detikSulsel
Sabtu, 14 Feb 2026 10:13 WIB
Sejumlah rumah di Parepare mengalami kerusakan di bagian atap akibat hujan deras.
Foto: Sejumlah rumah di Parepare mengalami kerusakan di bagian atap akibat hujan deras. (dok. Istimewa)
Parepare -

Sebanyak 5 rumah rusak akibat hujan deras disertai angin kencang di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sebuah pagar tembok juga dilaporkan roboh diterjang longsor.

Angin kencang dan hujan deras itu menerjang seluruh wilayah Parepare pada Jumat (13/2/2026) sekitar pukul 18.00 Wita. 5 rumah rusak akibat angin kencang itu berada di Kelurahan Ujung Bulu, Kecamatan Ujung.

"Lima rumah rusak. Pagi ini timku lakukan verifikasi dan validasi terkait rumah yang terdampak," ujar Kepala Pelaksana BPBD Parepare, Rasdy Gery kepada detikSulsel, Sabtu (14/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rasdy menjelaskan, kerusakan rumah warga pada bagian atap. Dia menyoroti adanya faktor kelalaian konstruksi oleh pemilik rumah, di mana atap seng tidak diikat menggunakan kawat besi.

"Ada juga kesalahan dari pemilik rumah, antara lain atap itu tidak diikat dengan kawat besi. Dia cuma dijepit dengan batu, sehingga begitu datang angin kencang itu terangkat semua," jelas Rasdy.

ADVERTISEMENT

Selain itu, angin kencang dan hujan deras itu juga mengakibatkan pohon tumbang di tiga titik lokasi. Kejadian ini juga menyebabkan putusnya kabel aliran listrik di Jalan Atletik.

"Pohon tumbang ada tiga titik. Termasuk ada di depan UGD RSUD Andi Makkasau. Semalam belum ditangani karena kondisi licin, gelap, dan ada kabel listrik. Baru pagi ini dieksekusi oleh anggota," jelasnya.

Hujan deras yang mengguyur sejak sore juga memicu tanah longsor di Jalan Puang Cara. Dampaknya, pagar tembok milik warga roboh hingga reruntuhannya meluber ke jalan.

"Tadi malam di Puang Cara juga itu longsor. Dampaknya pondasi dan pagar tembok warga di sana itu runtuh," ungkap Rasdy.

Selain permukiman, angin kencang juga menerjang alun-alun lapangan Andi Makkasau. Rasdy menyebutkan pihaknya sempat memonitor kondisi tenan atau tenda-tenda yang beterbangan di Lapangan Andi Makkasau.

"Sempat monitor. Laporannya kan ada juga yang terbang, terangkat. Tapi kita fokus penanganan rumah tadi malam, kasihan warga. Kalau tenan kan bisa diusahakan sendiri dulu oleh pemilik atau penyewanya," ujar Rasdy.

Mengingat kondisi cuaca yang masih sulit diprediksi, Rasdy Gery mengimbau warga agar tetap waspada. Dia meminta warga untuk tidak memarkir kendaraan di bawah pohon saat hujan.

"Hati-hati bagi warga masyarakat pada saat di luar rumah dalam kondisi angin kencang disertai hujan deras. Mobil jangan diparkir di bawah pohon, serta hati-hati terhadap aliran listrik yang terputus. Segera laporkan apabila terjadi kejadian bencana," tegas Rasdy.

Dia juga mengingatkan warga yang berada di area pesisir untuk lebih berhati-hati. Pasalnya kondisi ombak laut yang tinggi saat memasuki masa pasang.

"Hindari dulu pesisir pantai karena ombak lagi tinggi, utamanya sore hari sampai malam karena saat ini sedang masuk masa pasang," pungkasnya.




(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads