Penumpang kapal laut di Pelabuhan Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), saat mudik Idul Fitri 2026 diprediksi mencapai 66.192 orang. Jumlah penumpang baik keluar dan masuk Parepare itu mengalami peningkatan 5% dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama.
"Jadi kalau prediksi kenaikan, kita rata-rata naik dan turun kurang lebih 5 persen. Kalau tahun yang lalu itu kita di angka naiknya di 27.198, kalau kita prediksi 5 persen naiknya berarti di 28.558," ungkap Kepala KSOP Parepare, Shaiful Horry kepada detikSulsel, Sabtu (14/3/2026).
Angka yang lebih besar diprediksi terjadi pada arus penumpang yang turun atau tiba di Pelabuhan Parepare. Angkanya diperkirakan melampaui 40 ribu orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara penumpang turun di angka 38.994, berarti akan kita prediksi naik juga 5 persen di 40.944," rincinya.
KSOP Parepare telah menggelar apel siaga bersama instansi terkait. Kegiatan ini menandai dimulainya pengawasan transportasi laut di wilayah tersebut.
"Kami dari Perhubungan Laut beserta instansi terkait dan para stakeholder telah melaksanakan apel siaga Lebaran tahun 2026. Dilanjutkan dengan pembukaan poskonya pas hari ini sampai tanggal 30 (April)," ujarnya.
Mengenai pola pengawasan, Shaiful menyebut pihaknya tetap menerapkan skema waktu seperti tahun sebelumnya. Namun, fokus tahun ini lebih ditekankan pada fungsi pemantauan di lapangan.
"Jadi di laut, kalau tahun yang lalu kan 15 minus 15 plus hari Lebaran. Mudik lebaran tahun ini 15 minus 15 plus tetap, tapi dalam kapasitas monitoring," terang Shaiful.
Shaiful merinci jadwal operasional posko yang terbagi dalam dua tahap. Tahap pemantauan dimulai lebih awal dibanding operasional posko fisik.
"Jadi untuk di poskonya, monitoring-nya 6 Maret sampai 6 April, poskonya 9 Maret sampai 30 April," tambahnya.
Terkait kesiapan sarana transportasi, KSOP Parepare telah memastikan ketersediaan kapal yang cukup. Belasan armada telah disiapkan untuk mengangkut penumpang dari berbagai rute.
"Di Parepare ada 14 armada yang sudah kita persiapkan, 4 Pelni dan 10 dari swasta," jelas Shaiful.
Sementara itu, Humas KSOP Parepare, Eko Prayetno, memberikan rincian detail mengenai identitas kapal yang akan melayani pemudik. Kapal-kapal tersebut merupakan armada andalan yang selama ini beroperasi di Parepare.
"Armada Pelni yang siap adalah KM Bukit Siguntang, KM Lambelu, KM Binaiya, dan KM Egon. Sementara dari swasta ada KM Queen Soya, KM Pantokrator, KM Cattelya Express, KM Aditya, KM Thalia, KM Dharma Kartika 9, KM Dharma Ferry 3, KM Prince Soya, KM Swarna Bahtera, hingga KM Tanjung Manis," rinci Eko Prayetno.
Demi menjamin keamanan penumpang, Eko menegaskan, pemeriksaan kelayakan kapal atau ramp check telah dilakukan terhadap beberapa armada utama. Ada 3 kapal yang dilakukan ramcek.
"Kami juga sudah melakukan ramp check untuk memastikan kelaiklautan kapal, di antaranya terhadap KM Pantokrator, KM Tanjung Manis, dan KM Queen Soya," jelasnya.
Eko juga memberikan imbauan terkait puncak arus mudik dan balik agar masyarakat bisa merencanakan perjalanan dengan lebih baik. Puncak arus mudik diprediksi akan berlangsung pada 16 Maret 2026.
"Prediksi puncak arus mudik kami perkirakan jatuh pada tanggal 13 dan 16 Maret 2026. Sedangkan untuk puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada tanggal 25 dan 28 Maret 2026," pungkas Eko.
(sar/ata)
