Sempat Bikin Resah, Perang Senjata Mainan Kini Jadi Turnamen Resmi di Parepare

Sempat Bikin Resah, Perang Senjata Mainan Kini Jadi Turnamen Resmi di Parepare

Ardiansyah - detikSulsel
Kamis, 19 Mar 2026 13:00 WIB
Polres Parepare menggelar turnamen tembak-tembakan menggunakan senjata mainan.
Foto: Polres Parepare menggelar turnamen tembak-tembakan menggunakan senjata mainan. (dok. Istimewa)
Parepare -

Polres Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), menggelar turnamen perang menggunakan senjata mainan setelah aktivitas tersebut sempat meresahkan warga. Turnamen resmi ini digelar sebagai wadah penyaluran hobi sekaligus untuk mencegah remaja bermain di jalanan.

Turnamen bertajuk Gel Blaster Parepare itu digelar di Taman Mattirotasi, Kelurahan Mallusetasi, Kecamatan Ujung, Rabu (18/3) malam. Polisi bekerja sama dengan Pemkot Parepare selaku pengelola taman.

"Kegiatan itu untuk memfasilitasi hobi dan menyalurkan bakat para remaja yang lagi tren saat ini. Sehingga mencegah mereka untuk bermain di tengah jalan atau di tempat-tempat umum lainnya yang mana berpotensi mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat," ujar Kapolres Parepare AKBP Indra Waspada Yuda kepada detikSulsel, Kamis (19/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Antusiasme peserta cukup tinggi dengan total 32 tim yang mendaftar. Panitia bahkan membebaskan biaya pendaftaran dan menyiapkan berbagai hadiah menarik bagi para pemenang.

"Disiapkan hadiah dan pendaftaran juga gratis. Dari panitia bekerja sama dengan Pemkot selaku pengelola Taman Matras (Mattirotasi)," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Indra mengimbau para remaja tidak lagi bermain di area publik yang tidak semestinya. Pemkot Parepare disebut telah memberikan dukungan dengan menyiapkan lokasi khusus.

"Imbauannya agar tidak melakukan aksi atau kegiatan tembak-tembak di jalanan atau di tempat umum lainnya yang mana itu sangat berbahaya dan mengganggu ketertiban masyarakat," ucapnya.

Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Parepare Iptu Burhanuddin menjelaskan, turnamen berlangsung dengan penuh antusiasme. Dia memaparkan, teknis pertandingan disusun secara beregu untuk menguji kekompakan personel.

"Teknisnya itu dalam satu tim terdiri dari lima orang. Jadi pemenangnya ditentukan dengan target tembak satu botol di dalam arena. Tim yang lebih dulu menjatuhkan botol menjadi pemenangnya," ujar Burhanuddin.

Durasi setiap pertandingan telah diatur secara ketat guna menjaga ritme kompetisi tetap kompetitif bagi seluruh peserta. Setiap pertandingan berlangsung sebanyak 3 ronde.

"Lalu setiap game itu berlangsung maksimal dalam tiga ronde. Saat ini sudah ada tiga pemenangnya. Selain ketangkasan, ada juga hadiah bagi best custom. Untuk spesifikasi tembaknya itu juga sudah ditentukan oleh panitia," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, aksi perang senjata mainan sempat terjadi di Jalan Abdul Kadir, Kelurahan Mallusetasi, Kecamatan Ujung, Rabu (11/3) sekitar pukul 01.15 Wita. Aksi tembak-tembakan itu dibubarkan polisi karena mengganggu ketertiban.

"Anggota kami di lapangan menemukan adanya sekelompok remaja yang sedang bermain tembak-tembakan menggunakan senapan peluru gel. Karena lokasinya di badan jalan umum, langsung kami ambil tindakan pembubaran," kata Kasi Humas Polres Parepare, AKP Suhendarwadi dalam keterangannya, Rabu (11/3).

Suhendarwadi menjelaskan, polisi memberikan teguran keras karena aktivitas tersebut sangat berbahaya. Selain mengganggu pengguna jalan yang melintas, para remaja tersebut juga terancam tertabrak kendaraan jika tidak waspada.

"Langkah yang dilakukan anggota di lapangan merupakan bentuk upaya perlindungan. Kami ingin memastikan para remaja tetap aman dan tidak menempatkan diri pada situasi yang berbahaya, apalagi jika dilakukan di badan jalan yang dilalui kendaraan," tegasnya.




(sar/hmw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads