Harga Cabai Rawit di Parepare Tembus Rp 300 Ribu/Kg Usai Lebaran

Harga Cabai Rawit di Parepare Tembus Rp 300 Ribu/Kg Usai Lebaran

Ardiansyah - detikSulsel
Rabu, 25 Mar 2026 12:15 WIB
Harga cabai rawit di Pasar Lakessi, Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) melambung hingga tembus Rp 100 ribu per kilogram.
Foto: Harga cabai rawit di Pasar Lakessi, Parepare tembus Rp 100 ribu per kilogram. (Ardiansyah/detikSulsel)
Parepare -

Harga cabai rawit di Pasar Lakessi, Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) sempat melambung tinggi hingga tembus Rp 300 ribu per kilogram setelah Lebaran Idulfitri 2026. Kenaikan harga itu kini mulai menurun namun masih di angka Rp 100 ribu per kilogram.

Pantauan detikSulsel, Rabu (25/3/2026), sejumlah pedagang mulai ramai membuka lapakanya di Pasar Lakessi. Ada yang menggelar lapak di badan jalan dan ada pula yang berjualan di atas mobil pikap.

Pengunjung juga terlihat ramai berbelanja dari lapak satu ke lapak lainnya. Sejumlah pengunjung tampak menenteng barang belanjaannya sambil sesekali singgah di lapak pedagang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang pedagang bernama Umar mengatakan harga cabai rawit sempat menyentuh Rp 300 ribu per kilogram. Saat ini, harga cabai rawit sudah turun namun masih di angka Rp 100 ribu per kilogram.

"Memang ini lombok kecil naik sekali pas setelah Lebaran. Sehari setelah Lebaran itu harganya sampai Rp 300 ribu per kilo, lalu besoknya turun jadi Rp 220 ribu. Ini sekarang Rp 100 ribu," kata Umar kepada detikSulsel.

ADVERTISEMENT

Dia mengungkapkan harga normal atau stabil untuk cabai rawit di kisaran Rp 60 ribu per kilogram. Kenaikan harga yang signifikan ini dipicu oleh sulitnya mendapatkan stok dari Kabupaten Enrekang sebagai daerah pemasok utama.

"Saya ambil dari Enrekang. Memang masih susah pasokan, jadi mahal harganya," bebernya.

Meski harga melambung, para pedagang mengaku barang dagangan mereka tetap habis diborong pembeli. Untuk menyiasati tingginya harga, pedagang melayani pembelian dalam porsi kecil mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu.

"Alhamdulillah tetap ji laku, habis ji. Dijual sedikit-sedikit juga karena ada pembeli yang mau beli Rp 10 ribu, ada yang beli Rp 20 ribu," kata Umar.

Pedagang lain bernama Hani juga mengakui harga cabai rawit melambung tinggi. Meski demikian, masyarakat tetap membeli karena merupakan kebutuhan mendasar di dapur.

"Mahal sekali sekarang karena tembus Rp 100 ribu per kilo. Tetap beli orang karena butuh memang. Bisa ji beli Rp 10 ribu itu dapat seperempat liter, kalau setengah liter Rp 20 ribu," jelas Hani.

Sementara, harga komoditas bumbu dapur lainnya terpantau masih stabil. Harga cabai merah besar berada di angka Rp 35 ribu per kilogram, bawang merah dan bawang putih masing-masing dibanderol Rp 40 ribu per kilogram.

"Kalau harga bawang merah sekarang Rp 40 ribu, bawang putih juga Rp 40 ribu. Masih stabil ji," pungkasnya.




(hsr/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads