Seekor penyu kembali ditemukan dalam kondisi mati dan penuh luka di Pantai Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Total sudah 3 penyu yang ditemukan mati di Pantai Parepare dalam dua bulan terakhir.
Temuan terbaru bangkai satwa yang dilindungi itu terjadi di Pantai Mattirotasi, Kelurahan Cappa Galung, Kecamatan Bacukiki Barat, Rabu (15/4) sekitar pukul 02.00 Wita. Penyu itu ditemukan warga saat beraktivitas di tanggul pantai.
"Kebetulan lagi duduk-duduk di matras terus turun ke pinggir laut main-main sama teman baru ku lihat mi itu. Ih apa tuh besar, ternyata penyu," ujar warga bernama Resky kepada detikSulsel, Rabu (15/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Resky menjelaskan, penyu itu terlihat terdampar di pinggir pantai. Penyu itu berwarna hitam, ukurannya diperkirakan sekitar 50 centimeter.
"Sepertinya terdampar karena pas saya lihat kondisinya memang sudah mati. Setengah meter kayaknya," katanya.
Dia mengungkapkan, kondisi fisik penyu tersebut cukup memprihatinkan. Saat ditemukan, bangai penyu sudah membengkak dan mengeluarkan bau tidak sedap.
"Kondisinya sudah busuk dan bengkak. Matanya berdarah dan ada luka-luka (di tubuhnya)," bebernya.
Reski mengaku membiarkan saja penyu tersebut di lokasi penemuan. Pasalnya dia tidak tahu cara mengevakuasi penyu tersebut.
"Saya biarkan saja di sana karena tidak tahu mau diapakan atau harus melapor ke mana," imbuhnya.
Sementara, Fungsionaris Pengusahaan Jasa Kelautan Balai Pengelolaan Kelautan Wilayah Kerja Sulsel, Munandar Jakasukmana mengatakan Selat Makassar memang merupakan jalur migrasi penyu dari Samudra Pasifik menuju Samudra Hindia. Dia menduga penyu itu tersesat saat migrasi.
"Kemungkinan satwa tersebut tersesat masuk ke Teluk Parepare saat sedang bermigrasi. Fenomena ini sebenarnya tidak hanya terjadi di Parepare," katanya.
Menurutnya, fenomena penemuan penyu mati terdampar diduga karena memakan sampah. Namun dia mengatakan bahwa sampah yang dimakan penyu tidak bisa dipastikan berada di laut Parepare.
"Mengingat jalur migrasi mereka sangat panjang, sampah tersebut bisa saja dikonsumsi di lokasi lain sebelum akhirnya terdampar di sini (Parepare)," katanya.
Diketahui, penemuan penyu dalam kondisi mati dan penuh luka sudah dua kali terjadi di wilayah Parepare. Bangkai penyu pertama ditemukan oleh Komunitas Konservasi Penyu Lima Putra Pesisir saat hendak memancing di Teluk Parepare pada Selasa (17/3) pagi.
Kemudian pada Senin (23/3) sekitar pukul 08.00 Wita, bangkai penyu kembali ditemukan di Pantai Cempae, Kelurahan Watang Soreang, Kecamatan Soreang. Hewan dilindungi itu ditemukan oleh warga yang sedang berenang di pantai.
(hsr/asm)
