Seorang pengunjung kawasan wisata PantaiKu Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) bernama Wardani, mengaku terkejut diminta membayar sewa kursi sebesar Rp 70 ribu usai menyantap camilan bersama keluarganya. Tagihan muncul saat dirinya sudah memesan makanan di salah satu stand di lokasi tersebut.
Tagihan sewa kursi dan camilan itu diunggah oleh Wardani di media sosial hingga menjadi sorotan. Pasalnya dalam tagihan itu, harga sewa kursi lebih mahal dibandingkan camilan yang dipesan.
"Saya langsung syok dan terheran-heran membaca nominal yang akan dibayar. Jadi saya sempat tanya itu ibu," ujar Wardani kepada detikSulsel, Jumat (17/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wardani mengungkapkan, pelayanan yang membuatnya kecewa itu terjadi dua pekan lalu. Dia memakai 7 kursi sesuai jumlah orang rombongannya.
"Sudah 2 mingguan (kejadiannya). Jumlah kami sesuai jumlah kursi yang terpakai," katanya.
Dia mengaku kecewa karena menurutnya, fasilitas duduk seharusnya sudah termasuk dalam layanan saat pelanggan membeli makanan. Dia dengan pasrah membayar meski sebelumnya tidak diberitahu soal sewa itu.
"Tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Karena sudah terlanjur ya terpaksa dibayar. Saya kebetulan ada 7 orang, masing-masing Rp 10 ribu satu kursi jadi Rp 70 ribu," katanya.
Wardani merasa pelayanan pedagang di PantaiKu tidak lazim. Baginya, pengalaman pertama mencoba makan di stand tersebut langsung menjadi yang terakhir karena merasa dirugikan.
"Logikanya saja kalau makan di warung pasti ada meja dan kursi, tapi tidak pernah saya temui seperti ini bayar kursi juga. Ini pertama dan terakhir saya makan-makan di stand PantaiKu," katanya.
Menurutnya, aturan biaya tambahan kursi itu membuat area stand di PantaiKu kini tampak sepi pengunjung. Padahal sebelumnya wisata PantaiKu selalu ramai pengunjung.
"Pantas sepi stand di situ, mungkin inilah salah satu penyebabnya. Atau mungkin saya yang baru tahu aturan itu?," pungkasnya.
Hingga saat ini, pihak pemerintah setempat belum memberikan tanggapan atas kejadian itu. Camat Bacukiki Barat, Ardiansyah yang dihubungi detikSulsel belum merespons.
(ata/asm)
