Sopir Truk Rela Nginap di SPBU Parepare gegara Solar Langka

Sopir Truk Rela Nginap di SPBU Parepare gegara Solar Langka

Ardiansyah - detikSulsel
Senin, 20 Apr 2026 11:30 WIB
Truk mengantre solar di SPBU Parepare hingga ke perbatasan Pinrang.
Truk mengantre solar di SPBU Parepare hingga ke perbatasan Pinrang. Foto: (Ardiansyah/detikSulsel)
Parepare -

Antrean truk yang hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar terjadi di SPBU Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sejumlah sopir bahkan rela menginap di SPBU demi bisa mendapatkan solar yang mengalami kelangkaan.

Pantauan detikSulsel di SPBU Sore pada Senin (20/4/2026) pukul 09.00 Wita, antrean truk mengular panjang. Antrean terjadi sekitar sepanjang 300 meter dari SPBU.

Sejumlah truk terlihat terparkir di 2 sisi badan jalan hingga mempersempit akses lalu lintas. Para sopir terlihat menunggu di pinggir jalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Antrean truk itu mengular hingga melewati perbatasan Parepare-Pinrang. Terlihat petugas SPBU sibuk melayani pengisian BBM bahkan dibantu oleh sopir.

Salah satu sopir truk, Boci mengaku sudah mulai mengantre sejak Minggu (19/4) malam. Bahkan, ia terpaksa meminjam solar dari rekan sesama sopir agar tetap bisa menggerakkan kendaraannya hingga ke titik pengisian.

ADVERTISEMENT

"Bagaimana mau makan sopirnya kalau tidak pergi mengangkut? Tidak ada Solar. Terpaksa pinjam solar," kata Boci.

Boci turut mengaku kecewa dengan kondisi susahnya solar saat ini. Dia menduga langkanya solar akibat banyak pelangsir yang difasilitasi SPBU.

"Susah sekarang Solar, banyak pelangsir. Itu SPBU (diduga) makan uang sogokan. Itu pelansir harusnya dilarang juga. Ada juga jeriken dikasih sampai 30 jeriken. Bagaimana kami mobil truk ini mau pergi memuat kalau tidak ada," tukasnya.

Keluhan lainnya datang dari sopir bernama Haeruddin yang mengaku perjalanannya tertahan lebih dari 24 jam gegara kehabisan solar. Kelangkaan solar itu juga disebut melumpuhkan arus distribusi barang.

"Bermalam ini, mulai dari kemarin jam 1 siang sudah menunggu di sekitar SPBU. Terlambat distribusi barang, namanya tidak ada solar, tidak bisa jalan mobil," ujar Heruddin.

Heruddin mengungkapkan, kondisi itu sudah berlangsung selama tiga hari terakhir. Mirisnya, meski sudah mengantre seharian, ia tidak bisa mengisi penuh tangki kendaraannya.

"Tadi ini cuma isi 100 liter, tidak sampai satu barcode," imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Irfan Yasir yang mulai mengantre sejak pukul 02.00 Wita dini hari. Menurutnya, kelangkaan itu terjadi merata di hampir seluruh wilayah Sulawesi Selatan.

"Sama semua (SPBU lain). Mulai dari Sidrap sampai Makassar, keliling. Ada teman tadi dari Makassar juga bilang tidak ada. Makassar, Sidrap, Palopo, langka semua," ungkap Irfan.

Meski pasokan sulit didapat, Irfan menyebut harga solar di tingkat SPBU sejauh ini masih terpantau normal. Namun, ketidakpastian stok membuat para sopir khawatir distribusi logistik di Sulsel akan terus terganggu.

"Kalau harga masih normal. Cuma lama antre kalau mau dapat. Ya langka begitu," pungkasnya.




(asm/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads