4.020 Sapi-Kambing Kurban Dikirim dari Parepare ke Kalimantan Jelang Idul Adha

4.020 Sapi-Kambing Kurban Dikirim dari Parepare ke Kalimantan Jelang Idul Adha

Ardiansyah - detikSulsel
Senin, 25 Mei 2026 11:30 WIB
Sebanyak 4.020 ekor hewan kurban sapi dan kambing dikirim dari Pelabuhan Parepare menuju Kalimantan menjelang Idul Adha 2026.
Foto: Sebanyak 4.020 ekor hewan kurban sapi dan kambing dikirim dari Pelabuhan Parepare menuju Kalimantan menjelang Idul Adha 2026. (dok. Istimewa)
Parepare -

Sebanyak 4.020 ekor hewan kurban sapi dan kambing dikirim dari Pelabuhan Parepare menuju Kalimantan menjelang Idul Adha 2026. Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan (Sulsel) memperketat pengawasan demi memastikan pasokan ternak bebas dari penyakit menular.

"Menjelang Idul Adha, lalu lintas ternak mengalami peningkatan cukup signifikan. Karena itu, setiap hewan yang dilalulintaskan wajib memenuhi persyaratan karantina dan dipastikan dalam kondisi sehat sebelum diberangkatkan ke daerah tujuan," ujar Kepala Karantina Sulsel, Sitti Chadidjah dalam keterangannya, Minggu (24/5/2026).

Sitti memaparkan, grafik aktivitas pengapalan ternak dari Sulsel menuju Kalimantan memperlihatkan angka yang sangat tinggi. Sapi yang disalurkan kebanyakan dikirim melalui jalur Parepare.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk Satuan Pelayanan Parepare periode April hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 3.734 ekor sapi potong dan 286 ekor kambing telah dikirim menuju Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan," ujarnya.

Pengiriman hewan ternak via Pelabuhan Parepare menjelang Iduladha sudah berlangsung 2 bulan. Tercatat ada 124 kali pengiriman sapi, sementara kambing terkirim 4 kali.

ADVERTISEMENT

"Pengiriman tersebut dilakukan dengan frekuensi 124 kali pengeluaran. dengan frekuensi 4 kali pengeluaran," kata Sitti.

Menurut Sitti, tingginya angka pengapalan hewan ternak membuktikan posisi strategis Sulsel sebagai salah satu lumbung pemasok. Sitti juga merinci total akumulasi domestik keluar yang dikirim dari seluruh wilayah kerja Karantina Sulsel sejak awal tahun.

"Sementara itu, berdasarkan data dari Periode Januari hingga Mei 2026 yang dihimpun dari data Best Trust, domestik keluar tercatat sebanyak 5.004 ekor sapi, 20.567 ekor kambing. Data tersebut untuk seluruh Satuan Pelayanan Karantina Sulawesi Selatan yang berada di Makassar, Bajoe, Jeneponto dan Parepare," jelasnya.

Dengan tingginya arus pengiriman tersebut, Sitti menegaskan mobilitas ternak yang tinggi harus dibentengi dengan pengawasan ketat. Tujuannya agar jalur perdagangan antarpulau tidak menjadi celah penyebaran penyakit hewan menular strategis.

"Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari administrasi hingga kondisi fisik hewan. Kami juga melakukan pengujian laboratorium untuk mendeteksi secara dini kemungkinan adanya penyakit tertentu sehingga pengiriman ternak tetap aman dan sesuai ketentuan," tegasnya.

Aktivitas pengapalan terbaru yang dikawal ketat petugas di antaranya terjadi di Parepare dan Pelabuhan Garongkong, Barru. Petugas melakukan serangkaian tindakan karantina mulai dari pemeriksaan fisik hingga pengujian laboratorium Rose Bengal Test (RBT) untuk mengantisipasi penyakit brucellosis.

"Selain pengawasan 17 ekor sapi potong di Parepare menuju Balikpapan, Karantina Sulsel juga melakukan pengawasan pengiriman ternak di Pelabuhan Garongkong, Barru. Alat angkut serta media pembawa berupa 29 ekor sapi asal Kabupaten Takalar yang akan dikirim menuju Kotawaringin Barat diawasi ketat," beber Sitti.

"Sebelum diberangkatkan, seluruh sapi telah melalui serangkaian tindakan karantina hewan sesuai prosedur. Pemeriksaan meliputi verifikasi dokumen administrasi, pemeriksaan fisik kesehatan hewan, hingga pengambilan sampel darah untuk pengujian laboratorium sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penyebaran penyakit hewan," pungkasnya.




(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads