Seorang pendaki wanita dilaporkan mengalami kesurupan saat berada di Gunung Nepo, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Tim SAR gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi.
Peristiwa itu terjadi di Gunung Nepo, Kelurahan Watang Bacukiki, Kecamatan Bacukiki, Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 18.54 Wita. BPBD Kota Parepare menerima laporan ada pendaki yang tidak mampu melanjutkan perjalanan turun ke pos awal.
"Kami menerima laporan dari PSC 119 bahwa ada pendaki yang berhalusinasi atau kesurupan di atas gunung. Kondisinya tidak memungkinkan untuk berjalan turun sendirian, sehingga membutuhkan evakuasi segera," ujar Kepala Pelaksana BPBD Parepare, Rasdi Gery dalam keterangannya, Minggu (31/5).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merespons laporan tersebut, Rasdi memimpin langsung apel persiapan dan mengerahkan tim SAR gabungan menuju lokasi pada pukul 19.10 Wita. Tim SAR gabungan melakukan penyisiran memakai mobil dinas Strada dan motor trail.
"Kemudian tim tiba di kaki gunung dan mulai melakukan penyisiran dari jalur pendakian Pos 1 pada pukul 20.44 Wita," katanya.
Setelah melakukan penyisiran, tim SAR akhirnya menemukan rombongan pendaki tersebut. Rombongan pendaki itu ditemukan sebanyak 20 orang.
"Pada pukul 21.05 Wita, di pertengahan jalan antara Pos 1 dan Pos 2, tim SAR berhasil menemukan korban. Ada 20 orang pendaki yang ditemukan," ujarnya.
Rasdi menjelaskan, pendaki itu terdiri dalam tiga kelompok terpisah tertahan di jalur tersebut. Dia mengungkapkan para pendaki yang ikut dievakuasi tersebut berasal dari santri hingga pelajar.
"Saat tim melakukan pencarian, di antara Pos 1 dan Pos 2 kami menemukan total 20 orang pendaki dari tiga kelompok berbeda. Ada dari Pesantren Lappa Angin 7 orang, warga Pinrang 3 orang, dan gabungan siswa SMP/SMA 10 orang," jelasnya.
Kemudian semua pendaki itu dievakuasi turun ke kaki gunung. Pendaki wanita yang mengalami kesurupan itu ditandu turun dan diserahkan ke tim medis.
"Proses evakuasi berjalan lancar dan rombongan pendaki bersama tim SAR gabungan akhirnya tiba di posko awal pada pukul 21.42 Wita. Pendaki wanita yang mengalami kesurupan tersebut langsung diserahkan kepada tim medis," katanya.
Rasdi mengungkapkan, operasi penyelamatan ini resmi dinyatakan selesai pada pukul 21.50 Wita. Dia mengatakan, situasi aman dan terkendali berkat sinergi seluruh unsur SAR di lapangan.
"Korban sudah ditangani oleh tim medis, dan seluruh pendaki lainnya dipastikan dalam kondisi selamat. Operasi selesai malam itu juga berkat kesigapan seluruh unsur yang terlibat mulai dari BPBD, Basarnas, SAR Brimob, Damkar, Bhabinkamtibmas, hingga Tagana," pungkasnya.
(sar/ata)










































