Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) terasa hingga di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Warga panik dan berhamburan keluar jalan saat merasakan getaran gempa.
Pantauan detikSulsel di salah satu warung kopi (warkop), di Jalan Pinggir Laut, Kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Ujung, Selasa (16/6/2026) pukul 11.30 Wita sejumlah warga berhamburan keluar ke jalan. Sejumlah pengunjung warkop terlihat berteriak gempa.
Di sisi lain, ada juga beberapa warga tak merasakan guncangan gempa. Mereka ikut keluar karena panik melihat para pengunjung keluar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang warga, Wahyu mengaku merasakan getaran gempa. Dia sempat mengira dirinya sedang oleng karena pusing.
"Pas ka duduk minum kopi, tiba-tiba kayak goyang ka. Saya kira tadi oleng ka, ternyata memang ada gempa," ungkapnya kepada detikSulsel.
Wahyu mengatakan, setelah merasakan getaran itu dia langsung bergegas keluar dari warkop. Dia pun memilih untuk ke jalan.
"Langsung ka lari keluar. Ke jalan ka karena kan takut ku ada lagi getarannya. Jangan sampai rubuh bangunannya," katanya.
Dia mengaku merasakan gempa selama kurang lebih 30 detik. Namun, guncangan itu terjadi dua kali.
"Sebentar ji tadi bergetar. Sekitar 30 detik begitu. Tapi dua kali ku rasa," ujarnya.
Merujuk data BMKG, pusat gempa terjadi di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 11.27 Wita, siang tadi. Guncangan gempa itu berkekuatan 6,7 magnitudo.
Sejauh ini belum diketahui dampak dari gempa bumi tersebut. Namun sejumlah warga di Palu sempat panik, termasuk pasien di RS Samaritan yang bergegas keluar gedung saat gempa terjadi.
(ata/sar)
