Tradisi 10 Muharram di Parepare, Emak-emak Berburu Timba-Baskom demi Berkah

Tradisi 10 Muharram di Parepare, Emak-emak Berburu Timba-Baskom demi Berkah

Ardiansyah - detikSulsel
Kamis, 25 Jun 2026 16:30 WIB
Emak-emak buru alat dapur di momen 10 Muharram di Parepare.
Emak-emak buru alat dapur di momen 10 Muharram di Parepare. Foto: Ardiansyah/detikSulsel
Parepare -

Emak-emak di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), berbondong-bondong membeli peralatan dapur dan perabot rumah tangga di momen 10 Muharram atau Hari Asyura. Tradisi turun-temurun ini dipercaya masyarakat setempat dapat membawa berkah.

Pantauan detikSulsel di Pasar Lakessi, Kota Parepare, Kamis (25/6/2026), sejumlah lapak pedagang barang plastik dan besi dipadati pembeli. Warga berburu aneka perabot mulai dari baskom, timba, cerek hingga rantang.

Emak-emak buru alat dapur di momen 10 Muharram di Parepare.Emak-emak buru alat dapur di momen 10 Muharram di Parepare. Foto: Ardiansyah/detikSulsel

Pedagang perabot tampak sibuk melayani permintaan konsumen. Mereka dengan cekatan merapikan barang dagangan, mengemas pesanan pembeli, hingga menghitung total belanjaan para emak-emak yang tampak membawa kantong belanjaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain wadah plastik, peralatan memasak berbahan aluminium juga banyak menjadi incaran. Seperti panci hingga wajan.

"Kalau kebiasaannya orang di sini, orang Bugis, 10 Muharram suka beli barang-barang besi, plastik, terutama timba, rantang," kata salah seorang pedagang di Pasar Lakessi, Mawar kepada detikSulsel di lokasi.

ADVERTISEMENT

Mawar menjelaskan, dalam budaya Bugis, aksi memborong perabot baru di hari ke-10 bulan Muharram ini erat kaitannya dengan harapan baik. Hal itu dilakukan untuk mengawali tahun baru Islam.

"Kalau orang Bugis bilang sennu-sennuang, berkat-berkat, iya," jelasnya.

Tradisi itu pun membawa berkah tersendiri bagi para pedagang perabot di Pasar Lakessi. Mawar mengaku omzet penjualannya melonjak drastis dibandingkan hari-hari biasa yang cenderung sepi.

"Ya bedalah. Kalau 10 Muharram, toh, hari ini pembelinya banyak. Kalau hari biasa sepi. Kalau saya biasanya (terjual) 20 lebih item penjualan kalau 10 Muharram," ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang pembeli, Rahmawati mengaku sengaja datang ke pasar untuk berburu alat rumah tangga karena mengikut tradisi para pendahulunya. Pada momen itu, ia membeli baskom, timba, tempat air minum, hingga ceret.

"Ya begitu dari turun-temurun, nenek moyang kita kan begitu. Jadi kita beli-beli begini. Katanya ada berkah di 10 Muharram," pungkasnya.




(ata/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads