Stok Melimpah, Harga Ayam hingga Bumbu Dapur di Parepare Anjlok

Stok Melimpah, Harga Ayam hingga Bumbu Dapur di Parepare Anjlok

Ardiansyah - detikSulsel
Senin, 06 Jul 2026 12:15 WIB
Pedagang Pasar Lakessi Parepare.
Pedagang Pasar Lakessi Parepare. Foto: (Ardiansyah/detikSulsel)
Parepare -

Harga sejumlah komoditas pangan mulai dari daging ayam potong hingga bumbu dapur di Pasar Lakessi, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengalami penurunan drastis sejak sepekan terakhir. Stok melimpah menjadi salah satu pemicunya.

Pantauan detikSulsel di lokasi, Senin (6/7/2026) pagi, suasana Pasar Lakessi tampak ramai khususnya di area los basah dan bumbu dapur. Sejumlah ibu rumah tangga terlihat memadati lapak pedagang untuk berburu komoditas yang tengah murah.

Di area lapak unggas, tumpukan ayam potong tampak terisi memenuhi meja jualan. Pedagang terlihat sibuk melayani pembeli dan memotong daging ayam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, di los bumbu dapur, terlihat gundukan tomat, bawang merah hingga cabai yang meluber hingga ke bibir koridor pasar. Bumbu dapur itu tampak dijual dengan satuan liter dan kilogram.

Seorang pedagang ayam di Pasar Lakessi, Erna, mengungkapkan, merosotnya harga ayam dipicu menumpuknya pasokan di kandang-kandang peternak. Pasalnya jalur distribusi ke program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhenti karena libur sekolah.

ADVERTISEMENT

"Sekarang harganya turun sekali. Dari harga kemarin Rp 22.000, sekarang Rp 16.000 (per kilogram). Kalau per ekor itu yang Rp 45 ribu sekarang turun Rp 40-35 ribu. Besar kemungkinan dari MBG, karena MBG libur ya, banyak stoknya di kandang," kata Erna kepada detikSulsel, Senin (6/7).

Meski harga anjlok, Erna mengaku berkahnya datang dari sisi volume penjualan. Konsumen justru berbondong-bondong membeli daging ayam karena harganya yang sangat murah.

"Iya, lagi murah tapi alhamdulillah (pembeli melonjak). Dari standar itu 150 (lalu sekarang) sampai ke 200 ekor (per hari). Biasa kan dijual per kilo, biasa juga per ekor," jelasnya.

Harga Cabai dan Bawang Merah Ikut Terjun Bebas

Kondisi serupa terjadi pada sektor bumbu dapur. Komoditas seperti cabai rawit, cabai merah keriting, bawang merah, hingga tomat mengalami penurunan harga.

Pedagang bumbu dapur, Nurfia, mengatakan libur sekolah membuat serapan pasar dari program MBG berkurang drastis. Akibatnya, para petani lokal melimpahkan seluruh hasil panennya langsung ke pasar tradisional sehingga memicu kelebihan suplai.

"Kemarin habis lebaran, puncak harga (bawang dan cabai) Rp 60 ribu-an per kilogram. Sekarang hari libur, anak-anak tidak sekolah, jadi turun-turun drastis, sampai Rp 30 ribu, Rp 35 ribu," ungkap Nurfia.

"Tomat kemarin harga Rp 20 (ribu), turun Rp 10 ribu. Kalau lombok kecil Rp 60 ribu, turun ke Rp 35 ribu. Cabai keriting Rp 50 ribu turun Rp 35 ribu. Bawang merah juga kemarin Rp 60 ribu, turun Rp 30 ribu, Rp 35 ribu," paparnya.

Nurfia mengungkapkan, penurunan harga itu sudah berlangsung sejak sepekan yang lalu bertepatan dengan mulainya masa libur sekolah. Berkat harga yang murah ini, kata dia, daya beli masyarakat justru meningkat.

"Kalau kemarin kan kasihan, orang beli sedikit-sedikit karena mahal. Jadi sekarang orang beli mi 1 kilo, setengah kilo," tuturnya.

Tomat Dijual Rp 5.000/Kg

Senada dengan Nurfia, pedagang bumbu dapur lainnya, Reni mengatakan penurunan harga yang sangat terasa ini baru terjadi dalam tiga hari terakhir. Tersendatnya pengiriman antardaerah memperparah penumpukan pasokan di pasar domestik.

"Stoknya banyak. Kurang pengiriman, jadi menumpuk. Iya, MBG juga tidak jalan karena libur," kata Reni.

Reni membeberkan, penurunan paling signifikan terjadi pada komoditas tomat. Jika sebelumnya harga tomat bertahan di angka Rp 20.000 per kilogram, kini harganya merosot tajam hingga menyentuh angka Rp 5 ribu.

"Tomat harga Rp 20 ribu per kilogram turun drastis, sudah Rp 8.000 sekarang ya. Ada juga yang Rp 5.000, tergantung dari kualitas juga," bebernya.

"Sekarang cabai (rawit) sudah Rp 35 ribu dari harga Rp 60 ribu. Kalau cabai keriting Rp 40 turun ke Rp 30 ribu, Rp 25 ribu. Kalau bawang kemarin Rp 50 ribu, turun ke Rp 40 ribu. Ada juga yang Rp 35 ribu, tergantung dari kualitasnya, yang besar atau yang kecil," pungkas Reni.




(asm/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads